Farhan dan Maya Divonis Bebas Murni

- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:55 WIB

“Kami sependapat dengan Penasehat Hukum (PH) terdakwa dan menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti melakukan kejahatan sebagaimana yang diatur dalam pasal 86 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 56 ayat 1 KUHPidana. Oleh karena itu, setelah melalui pertimbangan dan mendengarkan keterangan saksi-saksi di persidangan sebelumnya, kami putuskan, kedua terdakwa dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan secara murni dari seluruh tuntutan. Memerintahkan agar kedua terdakwa dibebaskan dari segala perkara,” ucap hakim Siswatmono Radiantoro didampingi hakim ang­gota Dinahayati Sofyan dan M.S Giri Basuki, saat membacakan amar putusan, Rabu (11/3).

“Alhamdulillah. Allahu Akbar. Allahu Akbar”. Puji dan syukur spontan keluar dari mulut seluruh pengunjung sidang yang merupakan pendukung kedua terdakwa.

Usai mengetahui dirinya divonis bebas murni, terdakwa Farhat dan Maya kemudian langsung berjalan menghampiri manjelis hakim dan menyalaminya satu persatu. “Terima kasih Pak Hakim, Ibu Hakim,” ucap terdakwa Maya bercucuran air mata sembari menyalami majelis hakim.

Menyikapi putusan bebas yang diberikan majelis hakim, Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengaku cukup puas dengan amar putusan tersebut. Mereka menyebut putusan bebas sudah sepantasnya diberikan hakim, mengingat tidak satupun saksi-saksi yang memberatkan ke­dua terdak­wa selama proses sidang berlangsung.

“Saya percaya, hakim pasti akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Ini buktinya, klien kami akhirnya dibebaskan dari segala tuntutan,” sebut Jonifer, salah seorang kuasa hukum terdakwa usai persidangan.

Mengenai vonis bebas yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa Farhat dan Maya ini, Jaksa Penuntut Umum Dwi Indah menyatakan pikir-pikir.

Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat kedua terdakwa ber­awal pada 25 Juni 2014, sekitar pukul 22.00 WIB. Di mana polisi me­nangkap kedua terdakwa yakni Far­han Muhammad alis Habib alias Ramses Saogo (25) dan Maryani M. Zen alias Maya (39) di sebuah hotel, karena mendapat laporan dari ma­sya­rakat terkait kasus dugaan  per­da­gangan manusia (human trafficking).

Kesembilan anak yang masih berusia di bawah 15 tahun tersebut rencananya akan dicarikan orangtua angkat oleh kedua terdakwa untuk disekolahkan. Bahkan, kedua ter­dakwa juga sudah mendapatkan surat izin resmi dari orangtua kesembilan anak serta kepala dusun setempat.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB
X