Ombudsman Sumbar Kritik Layanan Baznas Padang

- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:14 WIB

“Sebagian besar fasilitas di kantor Baznas Padang tidak berdiri sendiri, melainkan masih menem­pel di Masjid Nurul Iman, seperti toilet dan ruang parkir,” terangnya

Dikatakan Abdel, Standar Operating Prosedur (SOP), ruang tunggu, sarana pengaduan dan fasilitas untuk masyarakat disabilitas, masih belum tertata. Ia menilai, itu menyalahi Un­dang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Jika Baznaz tidak segera memperbaikinya, bisa di­kena­kan sanski berupa pembebasan tugas pimpinan Baznaz dari jabatannya,” terangnya.

Adel Wahidi berharap, Baz­naz Kota Padang segera me­nin­dak­lanjuti penilaian Om­buds­man, karena surat penilaian dan rekomendasi telah dikirim sejak 27 Januari lalu, dan ditembuskan ke Walikota Padang.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Baznas Padang, Epi San­toso mengatakan, tidak menolak jika layanan publik di Baznaz dikategorikan jauh dari ideal. Akan tetapi, pihaknya berjanji akan memperbaiki layanan pu­blik, seiring dengan di­pindah­kannya kantor Baznaz menuju kawasan Bypass, Sungai Sapih, Kota Padang.

“Kondisi kita memang tidak bisa memberikan layanan op­ti­mal, karena kita masih me­numpang di Masjid Nurul Iman. Kita janji, kalau kantor kita resmi pindah di Bypass, April men­datang. Di gedung baru, kita sudah siapkan fasilitas layanan pengaduan, ruang untuk ibu menyusi, hingga layanan bagi disabilitas,” tutupnya. (h/mg-isr)

Editor: Administrator

Terkini

Kunjungi Kota Padang, Simak Pesan Wakapolri

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:42 WIB
X