Gubernur Sidak, Cetak Soal UN Dijaga Ketat

- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:26 WIB

Irwan menambahkan,  UN merupakan pointer penilaian dan mengukur prestasi sekolah dan daerah. Jadi, tidak boleh ada kebocoran soal agar indikator yang dibutuhkan benar-benar bisa didapatkan.

“Kita berharap  proses pencetakan dan pengamanan yang dilakukan, bisa lebih optimal. Kita  optimis soal UN 2015 untuk Sumbar ini  bisa dipertang­gung­jawabkan kerahasiaannya,” terangnya.

Dilanjutkan Irwan, untuk menjaga kerahasiaan ini ada penjagaan di pintu menuju ruang percetakan, pemeriksaan saat keluar masuk dan disediakan pula pantauan melalui CCTV yang bisa diakses hingga ke pusat. “Diharapkan pengamanan yang ketat ini bisa menjamin kerahasiaan soal yang sedang dicetak,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar, Syamsulrizal. Ia mengatakan, untuk antisipasi kebocoran soal, Disdik  diperkuat dengan pengawasan dari tim pengawas dari Kementerian yang berjumlah dua orang.

“Dengan sistem pengamanan seperti ini kita harapkan kebocoran yang ditakutkan sejumlah pihak bisa diantisipasi dengan pengamanan ini,” ungkapnya.

Untuk 2015 kata Syamsurizal, hanya delapan daerah yang soal ujiannya di cetak di daerah masing-masing, termasuk Sumbar.

“Dengan dicetaknya soal UN di sini, diharapkan distribusi soal  UN juga  akan lebih mudah dan cepat, sehingga tidak ada lagi masalah distribusi soal,” kata Syamsulrizal.  Ia berharap, dengan pengalaman PT Grafika Jaya Sumbar dalam hal pencetakan soal UN 2015 tersebut, akan bisa membuat Perusda tersebut kembali bisa mencetak soal UN tahun berikutnya.

Ditemui terpisah,  Direktur Utama PT Grafika Jaya Sumbar, Dasril mengatakan proses pencetakan soal UN 2015 untuk tingkat SMA dan sederajat telah mencapai 90 persen. Ia menargetkan hari ini semua proses pencetakan telah selesai.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X