Penghuni Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan

- Jumat, 13 Maret 2015 | 19:27 WIB

Tak hanya itu, kondisi besi pengaman sebagai pagar juga sudah kropos dan berkarat, ini sangat membahayakan. Terutama bagi anak-anak, apa­lagi di lantai yang tinggi. Bocor bukan dari kamar mandi, me­lain­kan dari sambungan pipa dan ini jelas kesalahan teknis.

“Hampir semua lantai bo­cor dan saat hujan banyak yang kebanjiran. Besi pagar pe­ngaman pun sudah sangat rapuh. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak, kalau tidak segera diperbaiki. Apa­lagi, saat ini gempa sudah mulai datang,” kata Irawan, Ketua RT Blok A Rusunawa.

Ia menambahkan, selama ini sebenarnya ada anggaran pemeliharaan setiap tahun untuk rusunawa. Namun, tidak jelas realisasinya kemana. Maka dari itu, para penghuni di sini mempertanyakan kema­na pergi dana pemeli­hara­annya.

Salah seorang penghuni rusunawa lantai dua, Andika menjelaskan, kondisi tempat tinggalnya itu memang me­nyedihkan. Hampir di setiap ruangan ada ember sebagai penampung air. “Coba lihat, kita terpaksa memasang ember di setiap ruangan untuk me­nampung rembesan air. Kami sudah bayar sewa, tapi pela­yanan memang tidak ada,” ucap Andika.

Sebagai karyawan swasta yang gajinya hanya Rp1,5 juta mencari tempat tinggal yang murah memang menjadi tar­getnya. Andika sudah hampir dua tahun tinggal di kawasan tersebut. “Di sini kalau bicara bebas, ya memang agak bebas. Tetapi, yang namanya peker­jaan itu banyak jenisnya. Apa­lagi di rusunawa banyak yang tinggal pekerja swasta,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Padang, Afrizal menga­kui kondisi rusunawa memang sudah lama dialami. Tetapi, minimnya anggaran untuk memperbaiki pipa yang bocor itu, makanya penghuni men­cari inisiatif sendiri.

Sedangkan anggaran pe­meliharaan hanya Rp200 juta setiap tahunnya. Anggaran tersebut bisa digunakan untuk mengganti pipa yang bocor untuk tahun 2015 ini. Ia me­nambahkan, kondisi rusunawa buruk itu juga bukan kesalahan saat ini saja. Ada kesalahan teknis yang terjadi di awal membangun. Makanya pipa air yang ada di rusunawa itu bocor. “Tapi kita tidak mau me­nyalahkan siapapun, kita harus berusaha memperbaikinya,” tutup Afrizal.

Untuk diketahui, sebe­lumnya Pemerintah Kota (Pem­­ko) Padang meng­alo­kasikan dana untuk program pengembangan perumahan se­besar Rp989 juta yang digu­nakan pengoperasian Rusu­nawa Purus.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB
X