Saat Ditemukan, Pintu Masuk Cuma Berdiameter 20 Cm

- Jumat, 13 Maret 2015 | 19:48 WIB

Lokasi Lubang Jepang yang berada di Taman Panorama tidak berapa jauh dari Jam Gadang sebagai ikon Kota Bukittinggi. Sangat mudah untuk menelusurinya, tidak sampai tiga menit dengan kendaraan dari Jam Gadang wisatawan sudah sampai di lokasi.

Para wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Lobang Jepang akan merasa heran dan terkagum-kagum akan keindahan alam Bukittinggi. Betapa tidak, sebelum memasuki Lubang Jepang wisatawan akan disungguhkan dengan pemandangan yang sangat indah, berupa Ngarai Sianok yang nampak mempesona dan dari kejahuan nampak perkampungan masyarakat di kaki Gunung Singgalang yang berdiri kokoh. Sungguh sebuah pengalaman berwisata yang takkan pernah terlupakan.

Saat ditemukan pertama kali pada awal tahun 1950, pintu Lubang Jepang hanya berdiameter 20 cm dengan kedalaman 64 meter. Lalu setelah dikelola dan dibuka secara umum oleh Pemerintahan Kota Bukittinggi pada tahun 1986, mulut lubang tersebut dibuat lebih besar dan nyaman untuk dilalui.

Menurut Koordinator Taman Panorama dan Lubang Jepang Romi, S mengatakan setiap tahun Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarana agar wisatawan yang datang merasa puas dan betah berlama-lama di Bukittinggi.

Kunjungan wisatawan di Lubang Jepang tahun 2014 meningkat 7 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tingkat kunjungan yang paling ramai adalah hari libur nasional dan libur sekolah serta hari Sabtu dan Minggu.

Rata-rata kunjungan wisatawan hari biasa berkisaran antara 200 hingga 500 orang setiap hari dan hari Sabtu, Minggu jumlah kunjungan mencapai 2 ribu orang, bahkan hari libur sekolah bisa mencapai 5 ribu orang. Sedangkan tiket masuk Lubang Jepang dijual pada hari biasa Rp5 ribu dan hari libur dijual Rp8 ribu perorang.

Untuk menambah kenyaman wisatawan tahun 2014 lalu kita membangun musala,WC dan fasilitas Gazebo serta menambah lampu sorot di kiri kanan lobang Jepang, ujar Romi kepada Haluan di Taman Panorama, Kamis (12/3).

Dijelaskannya, Lubang Jepang yang mempunyai panjang 1.470 meter, pada sisi kiri dan kanannya sudah dipasang ratusan lampu sorot, bertujuan agar wisatawan yang berada di lobang tersebut lebih nyaman dan terang. Selanjutnya pengelola juga membuat lima buah Gazebo dalam bentuk rumah adat Minangkabau dimaksudkan agar wisatawan bisa beristirahat di tempat itu sambil menikmati pemandangan ke arah Gunung Singgalang dan Ngarai Sianok.

Kita berharap tahun ini bisa membuat semacam gambar atau relief di setiap lorong dan tempat seperti ruangan tahanan, dapur, ruangan amunisi dan lainnya agar supaya wisatawan bisa paham dan tahu tentang kegunaan ruangan tersebut, pungkas Romi. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X