Pelajar SMP Dianiaya Teman Satu Sekolah

- Senin, 16 Maret 2015 | 19:52 WIB

Kondisi Fachri saat ditemui Haluan, Senin (16/3) di Kamar Teratai 7 Ruang Rawat (RR) Bedah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang, tampak lemas menahan sakit di bagian kepalanya dan Fachri juga tidak bisa diajak berkomunikasi.

Emi Budiharti (50), yang merupakan ibu korban mengaku kondisi anaknya sudah mulai baikkan setelah menjalani operasi. “Ke­jadiannya pada Kamis yang lalu. Sepulang sekolah Fachri dimintai uang oleh KV, tapi Fachri menolak permintaan tersebut. Ke­mudian KV memukuli anak saya, tak terima dipukuli seperti itu anak saya membalas sekali dan kemudian pergi meninggalkan KV. Tiba-tiba KV mengejar anak saya dan mencakar bagian leher sampai berdarah, lalu dipukuli bagian belakang kepalanya,” ucap Emi.

Setelah kejadian tersebut, Emi yang tengah di perjalanan menuju sekolah untuk men­jemput Fachri dan adiknya, yang juga ber­sekolah di tempat yang sama mendapat telepon dari sang adik soal kejadian yang menimpa kakaknya.

“Saat di perjalanan menjemput anak, adik Fachri menelepon dan mengatakan kejadian yang menimpa Fachri sambil menangis. Setelah sampai di sekolah, saya langsung membawa anak saya ke puskesmas terdekat karena dia muntah dan pusing. Pihak pus­kesmas langsung menyuruh kami membawa ke rumah sakit, karena sudah meng­kha­watirkan,” lanjut Emi.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dilihat perkembangannya, sekitar pukul 20.00 WIB, Fachri dioperasi karena dokter mengatakan mengalamai pendarahan hebat di bagian otak. Untungnya Fachri diberi penanganan cepat, jika tidak segera dioperasi akan sangat fatal akibatnya.

Mardawati, Kepala Sekolah SMPN 31 Padang mengatakan, pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang. Namun, belum diketahui bagaimana nasib KV.

“Kita sudah panggil siswa berinisial KV berikut penjaga sekolah, terkait nasib KV kita menunggu keputusan dari Disdik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Polsek Padang Timur Kompol Jon Hendri mengatakan, laporan terkait penganiayaan yang dilakukan KV sudah diterima sejak Kamis lalu. Pe­meriksaan juga telah dilakukan terhadap yang bersangkutan. “Kita tidak bisa melakukan penahanan, karena pelaku masih di bawah umur. Tapi, kita meminta pelaku untuk melakukan wajib lapor dan prosesnya pun tetap lanjut,” sebut Jon. (h/mg-isq)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X