Aksesoris Angkot Semakin Merajalela

- Jumat, 27 Maret 2015 | 19:23 WIB

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Padang, Syof­yan mengakui bahwa angkot saat ini tidak memiliki ‘kiblat’ lagi, baik ketika mencari rezki maupun ketika beroperasi di ja­lan raya. Arahan dan bim­bingan dari pemerintah tidak ada lagi. Pihaknya sebagai organisasi saat ini, juga tidak bisa menampakkan peran keti­ka melakukan pengawasan.

“Kami Organda ibaratnya tidak punya ‘kuku’ untuk me­lakukan itu semua. Malah kami ingin sekali dibina dan saling membina,” papar Syof­yan.

Ia menambahkan, jika ada niat dari pengusaha angkot saat ini yang ingin meremajakan angkotnya, maka tidak akan balik modal. Pasalnya, angkot yang ada saat ini saja tidak terarah dan trayek juga tidak di atur. Yang menjadi jang­kauan angkot hanya jalan lintas saja, sementara untuk jalan perumahan, jalan lingkungan tidak tersentuh dan bahkan rutenya tidak dipedulikan lagi.

“Makanya tidak salah sopir angkot itu berebut di jalan raya, karena trayek tidak ditata dengan baik. Biasa masuk ke perumahan sekarang tidak, masuk ke area wisata sekarang tidak. Maka ‘odong-odong’ lah yang ada. Kalau beli angkot baru siapa yang akan bayar, kalau pendapatan sekarang saja tidak akan cukup,” urai Syofyan.

Kondisi fisiknya, tambah Syofyan, sound sistemnya (spea­ker dan asesorisnya) beru­kuran besar sehingga pe­nyita ruang penumpang. Roda dan suspensi disediakan yang ceper alias rendah. Kaca jen­delanya dilapis dengan plastik warna hitam pekat. Kaca itu pun ditempeli berbagai stiker, sehingga kondisinya semakin gelap.

“Kalau ditegur Organda pasti dibilang ‘oto den ka­manga Organda’ itulah kata yang akan kami dapatkan,” tuturnya.Syofyan berharap, kepada Dishub Kominfo Kota Padang agar mengajak elemen yang terlibat dan juga Polresta Kota Padang. Karena keter­tiban angkot juga keuntungan semua pihak.

Sementara itu, Kepala Di­nas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Padang, Rudy Rinaldy  melalui Kabid Angkutan, Jovi Satrios mem­benarkan tidak adanya pere­majaan angkot. Karena Kota Padang menargetkan angkutan massal, apalagi kon­disi angkot sudah banyak yang sudah tua. “Jadi memang tidak banyak yan­g diremajakan, karena ber­bagai persoalan,” tutur Jovi.

Terkait dengan kurangnya perhatian terhadap per­kem­bangan angkot di Padang, tidak diakui oleh Dishub Kominfo. Karena, sebagai pengawasan dan pengembangan angkot di lapangan sudah dilakukan. Kalau terkait eksekusi terletak di pihak berwajib.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:55 WIB
X