Aset Dinas Pendidikan Padang Jadi Temuan BPK

Administrator
- Selasa, 31 Maret 2015 | 19:28 WIB

“Misalnya, kursi di ruangan kepala sekolah dibawa ketika ada acara di ruangan lain. Ternyata tidak dikembalikan kepada tempatnya semula, inilah yang kadang tidak singkron,” papar sekretaris itu.

Sementara itu, Kasi Aset di Dinas Pen­didikan Kota Padang, Akmal menjelaskan, aset Dinas Pendidikan saat ini mencapai Rp1,2 triliun. Perbedaan satuan aset antara Dinas Pendidikan dengan sekolah saat ini sudah dibenahi.

“Memang ada perbedaan jenis dan nilai aset antara Dinas Pendidikan dengan pihak sekolah dan pada akhirnya jadi temuan BPK dan diketahui pak wali,” tandas Akmal.

Ia menambahkan, persoalan aset hingga jadi temuan BPK juga dilatar belakangi kekurangan tenaga pencatat aset. Sedangkan petugas hanya satu orang yang mencatat aset, di sekolah sendiri jumlah aset cukup besar. “Kadang guru yang harus mencatat aset, sementara mereka juga harus mengajar,” jelas Akmal.

Kemudian yang menjadi temuan BPK juga, rincian pencatatan aset contohnya seperti gedung. Dalam perhitungan dan pengumpulan data, hanya nama gedung saja yang dibuat. Sementara gedung yang ada di sekolah ada tiga unit, jadi ada gedung A gedung B dan gedung C.

“Nama itulah salah satu yang kita benarkan saat ini. Kita berharap peran guru-guru di sekolah dalam mengumpulkan aset harus terlibat,” harap Akmal.

Kemudian, setelah pendataan aset tuntas pihak sekolah juga harus membuat Kartu Inventaris Ruangan (KIR) pada setiap aset yang ada di sekolah. Dinas Pendidikan juga sudah mengumpulkan para pencatat aset untuk menuntaskan temuan BPK ini. Kalau tidak ada kendala, besok (hari ini,red) semuanya tuntas.

“Pak wali memberikan kita waktu selama dua hari yang diprediksikan tuntas besok (Rabu, (1/4)),” tutup Akmal.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X