Konsumsi Beras Warga Padang Lebihi Produksi

Administrator
- Jumat, 3 April 2015 | 19:50 WIB

“Tingginya tingkat keter­gantungan masyarakat terha­dap konsumsi beras sebagai makanan pokok, sangat meng­khawatirkan. Persepsi masya­rakat, bahwa jika belum makan nasi, maka dikatakan belum makan, meskipun perut diisi dengan makanan lain,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kenya­taan ini perlu disikapi dengan program “One Day No Rice”, seperti yang sukses diterapkan Pemerintah Kota Depok. “Prog­­ram ini bukan berarti melarang masyarakat untuk tidak memakan olahan lain yang berasal dari beras, melain­kan ini suatu kampanye dalam rangka membangun kesadaran masyarakat. Yaitu, dengan menumbuhkan perilaku mem­bia­sakan mengkonsumsi ma­ka­nan yang beragam,” imbuh­nya.

Perlunya berbagi penga­laman antar pemerintah terkait diversifikasi pangan. Di mana menciptakan pangan yang ba­ru, sekaligus pengembangan olahan yang bis menjadi alter­natif dari pangan tersebut. “Diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mendorong masyarakat untuk memva­riasikan makanan pokok , sehingga tidak terfokus pada konsumsi jenis makanan saja. Kita bisa memanfaatkan hasil pertanian lainnya, seperti ubi, sukun, talas dan sebagainya,” terangnya.

Ia menambahkan, diver­sifi­kasi­ menjadi salah satu cara untuk menuju swasembada beras. “Dengan memi­nima­lisasi konsumsi beras, sehingga total konsumsi tidak melebihi produksi,” bebernya. (h/ows)

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB
X