Jhon Ismet : Penerimaan Satpol PP Tidak Ada Titipan

- Senin, 6 April 2015 | 19:22 WIB

Jhon mengatakan, peserta yang dinyatakan lulus tahap adminitrasi adalah mereka yang sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan. “Misalnya mereka yang memiliki nilai  tinggi, namun tinggi badanya kurang dari yang ditetapkan, makanya dia  tidak lulus,” jelas Jhon.

Untuk tes selanjutnya diserahkan kepada pihak lain, seperti Rumah Sakit Tentara, Kodim, UNP dan KONI Padang. “Satpol PP sendiri hanya menerima hasil dari instansi  tersebut. Instansi tersebut yang melakukan tes. Satpol PP tidak ada mengintervensi kepada instansi tersebut, mereka independen dalam melakukan tes,” katanya.

Peserta sendiri hanya membawayar untuk uang tes kesehatan sebesar Rp655 ribu. “Uang itu pun langsung diserahkan ke rumah sakit dan tidak ada melalui ke pihak Satpol PP yang menerima uang tersebut,” sambungya.

Sementara Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah memang telah mewanti-wanti dan tegaskan  kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup kerjanya, untuk tidak boleh “bermain” dalam setiap rekrutmen. Termasuk kepada Satpol PP sendiri. “Saya telah mewanti-wanti dan tegaskan betul bahwasanya tidak boleh ada titipan, serta tidak boleh ada hal yang dipermainkan dalam rekrutmen Satpol PP. Jika terbukti curang, saya akan copot,” ujar walikota. Mahyeldi mengatakan, jika terjadi titip-menitip dalam penerimaan pegawai, roda pemerintahan tidak akan berjalan sempurna. Karena itu, dalam setiap penerimaan pegawai diharapkan akan diperoleh aparatur yang benar-benar baik, layak dan berkualitas bagus. (h/mg-san/ows)

Editor: Administrator

Terkini

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X