Yani: Mereka Cemaskan Ketersediaan Air Bersih

- Rabu, 8 April 2015 | 19:29 WIB

“Kita berusaha mengontak ketua perhimpunan mahasiswa Sumbar di Yaman, Alwi. Ia mengkonfirmasi bahwa jum­lah mahasiswa Sumbar yang masih tertahan di asrama ber­jumlah 28 orang yang berbe­da dari data sebelumnya hanya 26 orang. Namun, tambahan dua lainnya ini belum dikirim Alwi nama dan alamatnya,” jelas M Yani kepada Haluan kemarin.

Berdasarkan informasi Al­wi kata M Yani, pihak Ke­dutaan Besar Republik In­donesia (KBRI) untuk Yaman telah mencoba untuk me­laku­kan evakuasi. Hanya saja itu urung dilakukan karena per­tempuran terjadi di pelabuhan tempat dimana rencana eva­kua­si dilakukan, sehingga mahaiswa ter­paksa kembali ke asrama.

“Kita terus melakukan kontak dengan mahasiswa di sana untuk mengkonfirmsi keadaan mereka. Dari keterangan mahasiswa di sana mereka berada di tempat yang aman dan semuanya dalam keadaan sehat. Hanya saja yang menjadi kecemasan ketersediaan air bersih karena listrik mati sehingga air tidak mengalir ke asrama,” terang M Yani.

Selain itu, ungkap M Yani, di Aden, Yaman sudah masuk musim kemarau. Sementara untuk cadangan makanan masih tersedia hingga beberapa minggu ke depan.

“Mereka memang meminta un­tuk dievakuasi dari Yaman, namun tidak untuk pulang ke Indonesia. Mereka ingin dievakuasi ke negara terdekat di Yaman, karena mereka takut mata kuliah yang telah mereka ambil tidak berlaku lagi ketika mereka kembali. Selain itu, persolan biaya juga menjadi faktor para mahasiswa ini tidak ingin dievakuasi pulang kampung,” papar M Yani.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, sampai saat ini Pemprov terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait dengan keberadaan mahasiswa asal Sumbar yang ada di Yaman.

“Kita terus berkoordinasi untuk mengetahui berapa banyak maha­siswa maupun perantau asal Sumbar yang berada di sana (Yaman,-Red),” ujar Irwan.

Sementera itu, Kepala Bidang (Kabid) Kerjasama Rantau, Fahyu Yeretti mengatakan, telah ada 8 keluarga yang mengkonfirmasi kepada pihaknya terakait dengan kondisi anak mereka di Yaman. Kebanyakan dari mereka meng­inginkan agar evakuasi dari Yaman bisa dilakukan secepatnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X