Mahasiswa Turunkan Bendera DPRD Setengah Tiang

- Jumat, 10 April 2015 | 19:50 WIB

Namun, karena sampai di DPRD para pengun­juk rasa tak berhasil menemui satupun dari  anggota DPRD Sumbar yang berjumlah 65 orang, aksi  tersebut akhirnya berujung dengan keributan.  Dari informasi yang beredar di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di lingkungan DPRD, seluruh anggota dewan dan pimpinan sedang mengikuti  work­shop pening­katan kapasitas pimpi­nan dan anggota DPRD Sumbar yang dilangsungkan di Kota Bukit­tinggi.

Kecewa karena tak ada yang bisa menerima aspirasi mereka, bendera merah putih berkibar di halaman DPRD jadi sasaran. Mereka menu­runkan bendera setengah tiang. Tidak hanya itu mahasiswa  juga melakukan aksi bakar ban, serta sebuah keranda yang bertuliskan ‘hati nurani pemerintah telah mati.

“Inilah Indonesia kita sekarang. Ketika rakyat menjerit atas ketidak­adilan kebijakan yang dibuat peme­rintah, para anggota dewan yang  seharusnya menyampaikan aspirasi kita malah sibuk kunjungan ke sana ke mari,” teriak koordinator aksi unjuk rasa, Aden Irwansyah.

Sebagai penyambung lidah bagi rakyat, tambahnya, apa yang mereka temui hari itu dinilai tak pantas dilakukan oleh anggota dewan.  Menurut mereka, kalaupun ada kunjungan luar tak seharusnya semua anggota ikut pergi tanpa ada yang berada di tempat sama sekali.

“Masyarakat yang memilih ba­pak-bapak semua adalah petani, nelayan dan rakyat kecil lainnya yang ingin suara mereka disambungkan ke pemerintah. Tapi nyatanya apa, bapak-bapak hanya bisa duduk di kursi yang empuk. Namun saat kami butuh, bapak-bapak tak ada,”  kata Aden lagi.

Orasi  keras, bakar ban, disertai penurunan bendera setengah tiang ini mendapat direspon polisi dan anggota Pol PP yang tengah berjaga di DPRD. Beberapa di antara mere­ka berteriak memerintahkan  agar pengunjuk rasa membubarkan diri.

“Kalian tak berizin, harusnya kalian tak boleh melakukan aksi unjuk rasa kesini. Jangan bikin keributan,  kalau mau demo harus­nya ada surat dulu,” kata salah seorang petugas kepolisian kepada pengunjuk rasa.

Anggota Pol PP juga tak mau tinggal diam. Melihat aksi bakar ban yang dilakukan mahasiswa mereka bersikeras untuk menghentikan. Beberapa di antara mereka berlarian ke dalam gedung DPRD guna me­ngam­bil penjinak api. Meski sempat terjadi dorong-dorongan antara petugas dan mahasiswa, api akhirnya bisa dipadamkan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB
X