Kenaikan Elpiji 12 Kg Pengaruhi Penjualan

- Rabu, 15 April 2015 | 19:07 WIB

“Sejak harga yang 12 kg ini naik, penjualan menurun sekitar 5-10 persen. Dan seperti yang saya duga sebelumnya, banyak konsumen yang beralih ke elpiji 3 kg karena disubsidi, sehingga harganya terjangkau. Saya tidak tahu apakah mereka layak meng­gunakan elpiji 3kg,” ucap Martin.

Dalam sebulan, Martin me­ngaku memasok 2-3 ribu elpiji kapasitas 12 kg. Namun setelah terjadi perubahan, ia tak yakin akan memasok sebanyak angka sebelumnya, karena turunnya permintaan.

Sementara itu, Sales Executif LPG Rayon IV PT. Pertamina (Persero), Sulistya Adhiutama Putra mengatakan, penurunan jumlah permintaan elpiji 12 kg juga terjadi di Pertamina, jika di harga sebelumnya yang Rp140 ribu pertabung, permintaan mencapai angka 48 ton dalam sehari. Setelah kenaikan harga menjadi Rp148 ribu pertabung, permintaan menurun hingga 45 ton.

“Kenaikan harga elpiji 12 kg memang tidak bisa dihindari. Tingginya biaya produksi, serta harga bahan baku yang naik membuat pertamina terpaksa menaikkan harga elpiji 12 kg,” ungkap Sulistya.

Ia melanjutkan, untuk me­ngan­tisipasi kemungkinan ma­sya­rakat menengah ke atas me­ng­gunakan elpiji 3 kg ber­sub­sidi. Ia mengaku terus ber­koor­dinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk me­mo­nitor penyaluran di lapangan.

“Kita upayakan terus ber­koordinasi dengan pemerintah terkait agar penyaluran elpji 3 kg tidak salah sasaran. Karena sudah ketentuannya elpiji 3 kg ini untuk masyarakat yang ku­rang mampu, menengah ke ba­wah. Selain itu, wajib meng­gunakan elpiji 12kg,” lanjutnya lagi. (h/mg-isq)

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB
X