Kesadaran Pengendara Turun Drastis

Administrator
- Rabu, 22 April 2015 | 20:24 WIB

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Agus Susanto melalui Kabag Bin Opsnal AKBP Kus­wan­to ke­pada wartawan me­ngakui, ada ke­naikan jumlah kasus me­mang pada operasi simpatik tahun ini dibanding pada tahun sebe­lumnya. Dijelaskannya, selama ope­rasi simpatik yang digelar petugas melakukan preventif 40 persen, preemtif 40 persen dan pen­egakan hukum (ga­kum) 20 persen. Selama ope­rasi, petugas lebih banyak me­la­kukan imbauan, sosialisasi dan teguran apabila ada peng­guna jalan yang melanggar peraturan lalu lintas.

Selain menindak dan mela­kukan imbauan, serta sosia­lisasi, petugas juga melakukan pendataan ataupun merekap lakalantas yang terjadi selama operasi simpatik.

Dalam kasus lakalantas ini, sebanyak 27 orang meninggal dunia di jalanan, luka berat sekitar 53 orang dan luka ringan sebanyak 62. Pada tahun lalu, tercatat jumlah kematian aki­bat lakalantas 15 orang, luka berat sebanyak 20 orang dan luka ringan tercatat 83 orang.

Kuswanto menjelaskan, bentuk pelanggaran yang paling banyak tidak menyalakan lam­pu di siang hari sebanyak 1.346 kasus, pelanggaran surat 569 kasus dan kelengkapan ken­daraan 637 kasus. Selain tiga pelanggaran itu, yang men­dominasi pada operasi simpatik, pelanggaran lainnya petugas juga mencatat dan merekap untuk dilaporkan ke Korlantas.

Seperti pelanggaran kece­patan tinggi sebanyak 140 kasus, tidak memakai helm sebanyak 1.082 kasus, ber­boncengan lebih dari satu orang sebanyak 146 kasus, mar­ka jalan sebanyak 79 kasus, melawan arus sebanyak 72 kasus, trafick light sebanyak 110 kasus, me­nge­mu­di­kan ti­dak wajar sebanyak 54 kasus, syarat teknik dan layak jalan sebanyak 87 kasus, ber­belok tanpa memberi isyarat sebanyak 10 kasus, balapan di jalan raya sebanyak 7 kasus, melanggar rambu berhenti dan parkir sebanyak 151 kasus, melanggar marka ber­hen­ti sebanyak 144 kasus dan tidak mematuhi perintah petugas sebanyak 17 kasus.

“Seluruh bentuk pe­lang­garan pada operasi ini, kita rekap dan dicatat untuk dila­porkan ke Korlantas, untuk dijadikan evaluasi,” jelasnya, Rabu (22/4). Kemudian pelaku pelang­gar lalulintas yang dominan, lanjut Kuswanto, pada u­mum­nya be­rusia 16-20 tahun seba­nyak 1.288 orang, 21-25 tahun se­banyak 1.212 dan 26-30 tahun sebanyak 1.205.

“Pada umumnya, para pela­ku pelanggar lalulintas masih di usia produktif dan keba­nyakan mengendarai sepe­da motor. Mudah-mudahan dengan adanya operasi sim­patik ini, bisa menciptakan ke­bia­saan bagi pengguna ja­lan untuk patuh pada pera­turan lalu lintas,” harapnya.

Kuswanto mengimbau ke­pada para pengguna jalan agar lebih tertib lagi, mematuhi aturan lalu lintas dan rambu-rambu yang ada, agar tercipta kenyamanan, keamanan dan keselamatan selama berlalu lintas. Selain itu, juga mengajak pengendara untuk saling meng­hargai sesama pengguna jalan. Ka­rena keselamatan meru­pakan nomor satu menuju Indonesia tertib dalam berlalu lintas. (h/nas)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB
X