Trend Golput Bayangi Pilgub

- Jumat, 31 Juli 2015 | 20:25 WIB

Dikutip dari laman kpu-sum­bar prov.go.id saat Pilgub lang­sung perdana digelar di Sumbar tahun 2005 lalu, partisipasi pe­milih mencapai 63,72 persen. Saat itu, Padang menjadi wilayah dengan partisipasi pemilih paling rendah, yakni hanya 52,62 dan Kabupaten Limapuluh Kota de­ngan tingkat partisipasi pemilih paling tinggi, yakni 74,44 persen. Padahal, pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres yang digelar tahun sebelumnya, partisipasi pemilih mencapai 75,56 persen dan 71,23 – 65,54 persen untuk Pilpres putaran I dan II.

Di periode berikutnya, yakni di Pilgub 2010, partisipasi pemi­lih melorot sedikit dibanding tahun 2005. Saat Pilgub dimana pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim mengalahkan petahana Marlis Rahman-Aristo Munan­dar itu, pemilih hanya mencapai 63,62 persen saja. Jumlah ini, juga menurun jika dibandingkan de­ngan Pileg dan Pilpres 2009. Pada ajang ini, pemilih di Sumbar mencapai 70,46 persen dan 71,10 persen.

Lalu, apakah jumlah pemilih yang menggunakan haknya akan turun juga pada Pilgub kali ini? Kemungkin itu terbuka karena dari dua kali Pilgub dan Pemilu di tingkat nasional, angka partisi­pasi pemilih untuk Pilgub cen­drung lebih kecil jika dibanding­kan dengan dua iven nasional itu.

Pada Pileg dan Pilpres 2014 lalu, partisipasi pemilih di Sum­bar jauh lebih kecil dibandingkan dua iven serupa sebelumnya. Tahun ini Pileg hanya diikuti 68,43 persen pemilih dan Pilpres turun menjadi 63,7 persen saja.  Jika melihat trend tersebut, par­tisipasi pemilih di Sumbar dikha­watirkan pada Pilgub kali ini kurang dari 60 persen.

Kekhawatiran angka golput yang akan bertambah besar ini juga menjadi milik sejumlah masyarakat, salah satunya dari mantan Ketua HMI Sumbar, Reno Fernandes. Ia  melihat ada dua faktor menjadi penyebab turunnya partisipasi pemilih.

Pertama, jumlah calon guber­nur yang sedikit. Ia melihat se­makin banyak calon, maka partisi­pasi akan meningkat dan sebalik­nya. Faktor kedua adalah calon gubernur saat ini adalah orang rantau atau berasal dari pesisir.

“Masyarakat Sumbar ini me­nga­nut azas solidaritas. Mereka akan memilih jika yang maju ada dari daerahnya. Jika tidak ada yang maju untuk apa memilih. Bisa dibayangkan hanya masya­rakat pesisir yang akan memilih,” ucap salah satu peneliti Revolt Institute ini.

Lantas apa yang harus dilaku­kan untuk menekan angka golput ini. Reno menyatakan, ini sangat bergantung kepada upaya dari calon gubernur untuk memilih mereka dan datang ke TPS.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X