Warga Tolak Pendirian Menara Telekomunikasi

- Jumat, 21 Agustus 2015 | 19:55 WIB

Warga terkejut saja pada pagi hari telah berdiri me­nara setinggi 20 meter, yang di­dirikan dilakukan pe­ru­sahaan Dayamitra Te­le­ko­munikasi, di lahan pe­ka­rangan salah seorang warga bernama Eni Susanti, di kawasan padat penduduk.

“Pada intinya pendirian menara tidak ada sosialisasi dan masyarakat meminta untuk dipindahkan dari kaw­asan perumahan warga,” ke­luhnya.

Dikatakannya, se­har­us­nya pendirian menara tidak di kawasan padat, me­lainkan di lahan yang lebih luas. Kenyataanya, Gaung berada di kawasan perbukitan dan alangkah baiknya didirikan di bukit.

Selain areal luas, bukit juga lebih tinggi, se­hingga penerimaan sinyal frekuensi lebih optimal.

Diyakini, lanjutnya, dam­pak negatif cenderung lebih banyak. Selain radiasi, juga dampak bencana lain yang merugikan warga. Si­kap peru­sahaan dan pemilik tanah tidak ada koordinasi dan kon­fir­masi kepada pi­hak yang terkait sangat di­sayangkan.

“Seaindainya tiang me­nara tersebut roboh yang di­akibatkat gempa atau ben­cana lain, bisa menimpa rumah warga juga,” ujarnya.

Ditambahkan Syahril Nur (55) mengatakan, warga Gaung merasa ada ke­jang­galan terkait pendirian me­nara telekomunikasi ter­se­but, karena berdasarkan informasi yang didapat, se­banyak 10 warga diminta me­nan­datangani surat per­nyataan bersedia menerima pendirian menara.

“Mereka yang me­nan­datangai surat pernyataan tersebut diberikan imbalan sebesar Rp300 ribu per orang. Mereka tidak me­ngetahui dampak yang di­timbulkan oleh pendirian tower itu,” jelas Syahril.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X