Kualitas Udara Sumbar Mulai Tak Sehat

- Kamis, 3 September 2015 | 19:53 WIB

“Melalui surat edaran tertanggal 2 September, kita minta kabupaten/ kota un­tuk tetap berjaga-jaga dan waspada, serta melaporkan jika adanya peningkatan an­caman terhadap ma­sya­rakat. Lakukan penambahan stok masker, untuk meng­an­ti­si­pasi bila kabut asap ki­ri­man yang menyelimuti Sum­­bar makin pekat,” te­rang Ali Asmar, Kamis (3/9).

Di Kota Sawahlunto, ka­but asap yang me­nye­limuti daerah itu diklaim semakin mengkhawatirkan. Ber­da­sarkan pantauan alat pe­ngukur indeks pen­ce­ma­ran udara Badan Ling­ku­ngan Hidup (BLH), kualitas udara akibat kabut asap sudah memasuki level ber­bahaya.

Kepala Badan Lingk­u­ngan Hidup (BLH) Kota Sa­wah­lunto Halomoan kepada Haluan menyebutkan, dari pemantauan dan pengu­kuran indeks pemcemaran udara yang dilakukan pihak­nya pada Rabu (2/9), dike­tahui tingkat pencemaran kabut asap telah mencapai 194, indeks ini menun­juk­kan pencemaran udara telah memasuki level berbahaya.

“Normalnya ambang ba­tas udara adalah 150, jika lebih dari angka tersebut berarti berbahaya bagi kese­hatan. Kendati jarak pan­dang belum terlalu tergang­gu, namun pencemaran ini bisa akan terus berlanjut dan meningkat,” ungkapnya.

Sementara dari Pessel, pemerintah daerah setempat menghimbau seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan guna meng­antisipasi dampak kabut asap di daerah itu. Selain telah menyiapkan masker, BPBD Pessel juga meminta seluruh camat dan wa­li­nagari untuk melaporkan bila terjadi hal buruk akibat kabut asap.

Kepala BPBD Pessel, Prunurdin Kamis (3/9) me­nyebutkan, informasi dari Pemprov Sumbar, hingga kini belum ada penetapan status darurat kabut asap, namun Pemkab diminta untuk memantau dampak kabut asap. “Daerah juga diminta untuk menyediakan masker yang cukup,” ka­tanya.

Hindari Aktivitas Luar Ruangan

Sesuai hasil monitoring BKMG GAW Kototabang sepanjang Kamis (3/9) ke­marin, tingkat pencemaran udara mencapai 229 ug/M3 dan masuk kategori tidak sehat. Di Kota Padang Pan­jang, dampak kabut asap mulai mengganggu jarak pandang warga.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Kejar Target Vaksinasi 70%

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X