Kabut Asap, Sumbar Komplain

- Senin, 7 September 2015 | 19:20 WIB

Plh. Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, menyatakan, Payakumbuh Darurat Asap. Per­nyataan tersebut dituangkan da­lam surat keputusan walikota, menyusul rapat terpadu yang dipimpin langsung Asisten I Setdako Yoherman, bersama sejumlah pimpinan SKPD terkait, di ruang rapat sekdako, Senin (7/9). Terhitung, Selasa (8/9), hingga Kamis (10/9), seluruh sekolah yang ada di Payakumbuh dinya­takan libur.

Asisten I Yoherman, didam­pingi Kepala Badan Penanggula­ngan Bencana Daerah (BPBD) Ir. Yufnani Awai, di Balaikota Paya­kumbuh, Senin (7/9), menyebut­kan, keputusan penetapan Paya­kumbuh Darurat Asap itu, berda­sarkan pengambilan parameter dasar untuk indeks standar pen­cemaran udara (ISPU) di Paya­kumbuh, yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup, Senin (7/9), sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan laporan Kepala  KLH Payakumbuh, Ir. Syam­surial, angka ISPU di Payakum­buh, pada pukul 10.00 WIB itu sudah mencapai 190, dinyatakan tidak sehat. Sebelumnya, Sabtu (5/9),  Bappedalda Sumbar, juga telah melakukan pengukuran tingkat pencemaran udara di daerah Halaban, Kecamatan Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, dengan parameter ISPU 198 (tidak sehat).

Kepala BPBD Yufnani Awai dan Kepala KLH Syamsurial, menyebut, sepanjang Senin (7/9), tingkat pencemaran udara Paya­kumbuh, akibat  asap hutan dari provinsi tetangga itu, diakui cukup tebal sekali. Pagi hari menjelang siang, jarak pandang hanya sekitar 150 meter. “Saya, sangat hati-hati sekali mengen­darai kendaraan dari arah Tanjung Pati menuju kantor BPBD di lapangan Poliko, tadi pagi (Senin kemarin, red),” sebut Yufnani.

Tanggap Darurat Kabut Asap (TDKA) di Payakumbuh, kata Yoherman, akan berlangsung selama sepekan, hingga Senin (14/9). Pemko akan mendirikan posko TDKA di pelataran parkir Medan nan Bapaneh, Taman Wisata Ngalau Indah, di Pakan Sinayan Koto nan Ampek, Jalan Sukarno- Hatta dan di depan Pos Polisi Kota atau di depan Gedung Gambir Jalan Sudirman Payakumbuh.

Di setiap Pos TDKA Paya­kumbuh, akan disediakan tenaga kesehatan, petugas Satpol PP, anggota BPBD dan staf Dinas Sosial serta tenaga terkait lainnya. Selama TDKA berlangsung, petu­gas akan membagi-bagikan mas­ker kepada masyarakat. Bagi pengemudi yang merasa tidak nyaman dalam mengendarai ken­d­araan, dapat beristirahat di posko TDKA, sambil mendapat­kan pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Paya­kumbuh, Elzadaswarman, meng­informasikan, berdasarkan infor­masi sejumlah puskesmas di Payakumbuh, dampak dari kabut asap itu, dalam beberapa hari terakhir kasus ISPA di kota itu, cenderung  meningkat. 2 Sep­tember lalu tercatat kasus ISPA di Payakumbuh 59 orang, 3 Sep­tember naik menjadi 60 orang, sehari kemudian turun jadi 57 orang, dan naik lagi esoknya jadi 60 orang. Senin (7/9) kemarin, hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 61 orang yang terserang ISPA.

Padang Belum Libur

Dinas Pendidikan Kota Pa­dang, belum memutuskan untuk meliburkan pelajar sekolah di Kota Padang untuk mengan­tisipasi semakin tebalnya kabut asap. Disdik menunggu momen yang tepat untuk meliburkan sekolah.

“Saat ini belum ada rencana untuk meliburkan sekolah. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah memastikan apakah sekolah sudah harus diliburkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi di Padang, Senin (7/9).

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X