Nyaris 100 Persen Septic Tank Indonesia Tidak Sehat

- Selasa, 8 September 2015 | 19:00 WIB

Ia mengatakan, untuk me­­ngatasi hal ini perlu di­sam­paikan informasi ke­pada masyarakat tentang mo­del septic tank yang be­nar, berupa septic tank kedap air. Untuk mendukung hal ini, AKKPS merencanakan adanya pertemuan dengan 444 bupati dan walikota dan 12 gubernur se-Indonesia dengan tuan rumah adalah Kota Padang yang diramu dalam kegiatan City Sa­nitation Summit (CSS) pada November mendatang. Ke­giatan yang akan membahas sanitasi lingkungan ini juga mendapat dukungan dari Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek.

“Bahkan beliau siap mem­fasilitasi kedatangan Mendagri dalam kegiatan tersebut,” ucapnya.

Josrizal juga mengatakan dalam pertemuan tersebut forum juga akan mendorong penggunaan anggaran bidang kesehatan di APBN dan APBD untuk lebih ber­maanfaat. Jika selama ini ang­garan kesehatan ber­jum­lah 10 persen terserap pada pembelian alat kesehatan, untuk ke depan hal ini harus diubah.

“Kami menginginkan anggaran kesehatan bisa digunakan untuk tindakan preventif. Seperti me­nge­dukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah. Sejauh ini hal-hal seperti ini seakan dilupakan,” ucapnya.

Mantan Walikota Pa­yakumbuh ini juga me­nga­takan, untuk membenahi sanitasi di Sumatera Barat terdapat anggaran di pusat yang bisa dijemput. Sejauh ini anggaran tersebut tidak bisa digunakan, karena ba­nyak daerah tidak siap untuk memperbaiki sanitasi ling­kungan mereka.

“Tapi sekarang 444 da­e­rah siap. Sudah saatnya ang­garan tersebut di­gu­nakan. Nanti masyarakat juga akan di­libatkan, se­hingga ke­sadaran menjaga ling­kungan melekat,” ucap­nya.

Dalam rancangan yang dibuat AKKPS, dari sisi pen­danaan ini akan meli­batkan pemerintah sebanyak 70 persen, masyarakat 20 persen, 9,5 persen bantuan luar dan 0,5 persen dari dana CSR.

Diharapkan dengan ada­nya perubahan paradigma dalam memanfaatkan ang­garan kesehatan, fasilitas kebersihan dan pengetahuan masyarakat tentang sanitasi meningkat. Diharapkan di pasar-pasar tradisional, ter­minal tersedia WC yang layak, bukan kotor seperti yang terjadi selama ini.

“Dengan kota yang ber­sih, masyarakat  yang sadar dengan kebersihan ling­kungan dan kesehatan, seca­ra otomatis akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Sumbar yang dikenal dengan dunia pari­wisa­tanya,” tutup Josrizal. (h/eni)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X