Pejabat Pengguna Anggaran Masih Takut Salah

- Rabu, 9 September 2015 | 18:40 WIB

Menyikapi itu, pamong senior Rusdi Lubis angkat bicara. Menurutnya, setiap SKPD harus memahami kinerja dan mencapai se­rapan anggaran setiap bu­lannya. SKPD harus me­mahami kapan APBD akan dicairkan, setelah itu masuk tender dan pengerjaan.

Masing-masing SKPD, katanya, harus memahami itu semua sehingga serapan anggaran untuk pem­bangu­nan berjalan sesuai rencana, dengan catatan tidak asal-asalan.

Ada yang harus diper­hatikan oleh masing-masing SKPD yakni koordinasi dengan pihak terkait, se­hingga apa yang sudah di­rencanakan di awal tahun bisa terwujud.

“Saya rasa koordinasi itu hal yang paling utama. Do­rongan dan pengawasan harus terus dilakukan agar kinerja sesuai dengan ren­cana,” ucapnya.

Ada yang lebih penting, SKPD harus memahami semua aturan yang ada mulai dari penggunaan anggaran, UU yang mengatur serta proses tender.

Tidak ada lagi jawaban dari SKPD, bahwa proses tender bukan urusannya, ada instansi yang menangani. Karena jika proyek ada di bawah pengawasannya pi­hak­nya harus terus me­n­dorong dan mengawasi.

Kepala Badan Penge­lolaan Keuangan Daerah (BPKA) Kota Padang me­lalui Hendri Kepala Sub Bidang Penataan Usaha BU­D mengakui kalau sera­pan tidak mencapai target.

Selain karena masih ba­nyaknya proyek dalam pro­ses tender, persoalan lain juga menjadi penyebabnya, seperti takut salah. Hal itu menjadi momok besar bagi sebagian pejabat pengguna anggaran di lingkungan Pem­ko Padang.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X