Mutasi Asal-asalan Ganggu Serapan Anggaran

- Rabu, 9 September 2015 | 18:50 WIB

Dikatakan Donny, memang tidak bisa dibantah bahwa mutasi atau rotasi ini merupakan suatu dinamika di daerah, untuk menempatkan orang di jabatan yang tepat.

Right man on the right place. Jadi, ini bukan formalitas namun juga untuk pe­ngembangan karir seseorang. Hanya saja jangan terlalu cepat dipindahkan tanpa penilaian yang jelas,” tuturnya.

Sangat disayangkan kata Donny, pejabat yang telah didiklatkan dan belum sempat berlama-lama, namun telah dipindahkan. “Kalau ini dilakukan tentu tidak efektif. Kalau pun ingin melakukan mutasi harus sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Mutasi asal-asalan adalah sekelumit persoalan yang memperlambat serapan anggaran baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota. Faktor lainnya yang membuat minimnya serapan anggaran yaitu, disebabkan pembebasan lahan yang masih terkendala.

Dari data Haluan beberapa proyek strategis Provinsi Sumbar yang masih terkendala pembebasan lahan hingga saat ini seperti, By Pass II Jalur yang masih me­nyisakan 74 persil lahan. Proyek jalur Alai – By Pass yang masih menyisakan satu titik lahan lagi. Jalur samudra yang masih dalam pembebasan lahan. Jalan Nipah – Teluk Bayur yang masih terhambat makam, jalur railbus Duku – BIM yang masih menyisakan 12 persen lahan lagi dan beberapa proyek strategis lainnya.

Minimnya serapan anggaran di provinsi dan daerah dinilai juga disebabkan keta­kutan pejabat pemerintah tersandung masa­lah hukum. Sehingga ketika akan melak­sanakan anggaran memunculkan ketakutan.

Penyerapan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota serta Pemprov Sumbar hingga Agustus 2015 masih rendah dan belum mencapai 50 persen. Khusus di tingkat provinsi, serapan ang­garan baru mencapai 38 persen. Semen­ta­ra realisasi fisik mencapai 58 persen dan rea­lisasi keuangan sudah mencapai 46 persen.

Sementara untuk, serapan anggaran dari 19 kabupaten kota yang ada di Sumbar hingga Agustus terbilang masih minim. Rata-rata serapan anggaran Kabupaten/Kota masih diangka 24 persen. “Bagaimana percepatan ekonomi akan jalan, serapan anggaran saja masih rendah. Seharusnya dengan serapan anggaran yang lebih besar akan membuat roda pere­konomian berputar,” terang Donny. (h/mg-isr)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X