Penderita ISPA Meningkat

- Jumat, 11 September 2015 | 18:51 WIB

Data dari Dinas Ke­se­hatan Kota Padang, kondisi ini memang belum di­ma­suk­kan ke dalam kejadian luar biasa walaupun dalam ren­tang waktu seminggu pengidap ISPA meningkat tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Padang melalui Sekretaris DKK Nazarudin mengatakan penyakit ISPA memang terlihat ada per­gerakan naik. Namun, untuk penyakit yang lainnya DKK belum melakukan data.

“Kalau untuk ISPA me­mang naik, dari 1 September hingga 8 September men­capai 725 pasien yang terse­bar di 11 kecamatan. Untuk penyakit lainnya belum ada data sama kami,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Padang, Edi Hasymi mengatakan pengujian kualitas udara di Kota Padang akibat kabut asap kiriman dari provinsi lain tetap dilakukan. Ha­silnya, kualitas udara di Kota Padang masih di am­bang batas aman. Namun, bagi orang yang mudah ter­jang­kit penyakit ISPA untuk lebih hati-hati dan waspada jika ingin ke luar rumah.

“Bagi masyarakat yang mengidap penyakit ISPA lebih baik tidak sering-sering berada di luar rumah. Karena kualitas udara kita belum normal, jika terpaksa ke luar rumah lebih baik gunakan masker,” pintanya.

Dijelaskannya, pe­me­riksaan kondisi udara yang dilakukan Bapedalda Kota Padang, hasilnya par­tikel meter yang terkandung da­lam udara saat ini mencapai 200ug/nm3. Sementara itu, batas baku mutu udara yang aman untuk pernapasan maksimal debu halus yang terkandung 150ug/nm3.

Artinya, kondisi udara di Kota Padang sudah di am­bang baku mutu normal. Jika tak di antisipasi, par­tikel meter atau debu halus masuk ke paru-paru akan dapat merusak saluran per­napasan.

Berdasarkan hasil pe­meriksaan tersebut kualitas udara di Kota Padang ditan­dai dengan warna kuning mengunakan alat pengu­kuran, yang artinya tak sehat.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X