PHK Karyawan Bukan Dampak Tekanan Ekonomi Global

- Jumat, 11 September 2015 | 18:59 WIB

Menurut Sofyan, kenaikan harga dollar yang berimbas pada mahalnya harga barang mentah baru akan dirasakan enam bulan kemudian setelah barang yang produksi, namun tak laku terjual. Aki­batnya perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja karena tidak bisa menggaji karyawan.

“Sejauh ini baru Dinsosnaker Kota Padang yang melaporkan adanya PHK di daerahnya. PT Lembah Karya yang me­nyatakan dirinya pailit memberhentikan sebanyak 125 ka­ryawannya. Kabupaten/Kota lain belum melaporkan sama sekali,” ungkapnya.

Ditambahkannya, meski dinyatakan pailit namun PT Lembah Karya yang bergerak dalam bisa pengelolaan karet telah sepakat akan membayar semua hak karyawan sesuai dengan Undang-Undang (UU) tenaga kerja yang ada. “Kita tentu berharap hal ini bisa secepatnya di­lakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk Kabupaten/Kota yang lain Disnakertrans telah ber­koor­dinasi dengan dinas terkait di daerah untuk segera m­e­laporkan data PHK yang ada di daerah masing-masing. “Saat ini kita sudah meminta kepada kabupaten/kota untuk segera mengirim data apabila ada yang di PHK,” pungkasnya.

Disnakertrans berharap kepada pe­rusahaan yang ada di Sumbar untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan meski saat ini terjadi gecongan ekonomi. “Perusahaan harus bijak lah dengan kondisi saat ini jangan langsung main putus hubungan kerja. Kalau pun ingin melakukan ini tentu haknya sebagai karyawan juga harus dipenuhi,” ka­tanya. (h/mg-isr)

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X