Pelantikan Pj Bupati Walikota Ditangguhkan

- Minggu, 13 September 2015 | 18:57 WIB

“Gubernur berangkat pada tanggal 16 September dengan penerbangan khusus. Dan diperkirakan kembali ke Jakarta pada 29 Sep­tember. Baru pada tanggal 30 September akan me­lakukan pelantikan. Itu akan dipadatkan pelantikan se­mua Pj bupati, acaranya disusun dari pagi hingga sore,” tuturnya.

Daerah yang di­tang­gu­h­kan pelantikannya, seperti Kabupaten Pasaman yang saat ini sudah dijabat Sekda Pa­saman, A Syafei tetap me­nunggu Pj Bupati yang baru setelah Rosman Effen­di gagal dilantik karena status ter­sangka yang di­sandangnya.

Tiga derah lainnya yang juga terkena penangguhan ini yaitu, Kabupaten Pesisir Selatan yang masa jabatan kepala daerahnya habis pada 17 September, Kabupaten Sijunjung yang masa jabatan kepala daerahnya habis pada 22 September dan Ka­bu­paten Tanah Datar yang masa jabatan kepala daerahnya habis 26 September 2015.

“Untuk solusi sampai dilantiknya Pj Bupati/Wa­likota ini daerah tersebut akan dipimpin oleh Sekda masing-masing,” ujarnya.

Nama Pj Ditutup Rapat Pj Gubernur

Sementara untuk nama-nama Pj yang akan dilantik menjadi penerus roda peme­rintahan sampai terpilihnya Bupati/Walikota defenitif ditutup rapat Pj Gubernur. Untuk mengisi jabatan dae­rah yang kosong tersebut sebelumnya Pj Gubernur telah melakukan seleksi terbuka terbatas.

Reydonnyzar Moenek menuturkan, seorang Pj Bu­pati dan Pj Wali Kota harus matang secara substansif, lulus dan memiliki kua­lifikasi secara administratif dan matang secara sikap. “Namun sayang, ada yang tak pernah melakukan pe­nga­yaan jaba­tan di situ saja dari awal.  Padahal pe­nga­yaan jabatan dan riwayat jabatan sangat penting bagi seorang dalam memimpin,” terangnya ke­marin.

Seorang memimpin kata Donny, adalah pamong yang harus bisa ngomong, artinya harus memiliki kecakapan. Sehingga apapun yang dita­nyakan, yang bersangkutan bisa menjawab.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X