Tertimpa Crane, 5 JCH Sumbar Jadi Korban

- Minggu, 13 September 2015 | 18:58 WIB

Sementara 4 JCH lain­nya dari Embarkasi Padang, mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit se­tempat. Mereka adalah Ali Sabri Salamun (51) Kloter VII asal Bengkulu, Tri Murti Ali (65) Kloter III asal Ka­bu­paten Solok, Zulfitri Zai­ni (56) Kloter III asal Ka­bupaten Solok dan Zai­ni­warti Munaf Umma (64) Kloter IV asal Bukittinggi.

“Nama korban Nur­ha­yati tidak masuk dalam daftar korban me­ninggal yang diumumkan sebel­um­nya karena belum teri­den­tifikasi. Daker Mekah baru me­ngu­mumkannya jelang Sabtu te­ngah malam sekitar pukul 24.00 WA­S,” terang dr. Irene, Tim Kese­hatan Haji Embarkasi Padang.

Sebelumnya, Pemerintah Mek­­kah mengumumkan, pe­ristiwa jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mek­kah, Jumat (11/9/2015), me­nyebabkan 87 orang mening­gal dan 184 lainnya luka-luka.

Melalui rilis di media sosial, Minggu (13/9), Kementerian Agama RI mengumumkan data terbaru korban meninggal dari Indonesia akibat tertimpa crane di Mesjidil Haram. Dalam rilis­nya, Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah, Arsyad Hidayat menye­but, 7 orang JCH Indonesia me­ning­gal dunia, termasuk di dalam­nya Nurhayati Rasyad Usman.

Sementara korban luka asal Sum­bar, Tri Murti Ali dan Zulfitri Zai­ni, hingga saat ini masih men­jalani perawatan di RS Arab Sau­di. Begitu pula korban lainnya Zai­niwarti Munaf (Bukittinggi), di­rawat di Balai Pengobatan Haji In­donesia (BPHI). Sedangkan Ali Sab­ri (Bengkulu) sudah ber­ga­­­bung kembali dengan klote­rnya.

Sekretaris PPIH dan P3IH Embarkasi Padang, Damri Tan­jung membenarkannya. Menu­rutnya, JCH Nurhayati meninggal akibat luka-luka yang dide­rita­nya. Kabar duka ini, sudah di­sampaikan kepada keluarga kor­ban melalui Kepala Kantor Ke­menag Bukittinggi.

“Kita berharap keluarga sela­lu sabar dan tabah menghadapi musibah ini,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh, lanjut Damri, korban Nurhayati saat itu tengah berada di Masjidil Haram bersama jemaah lainnya melaksanakan ibadah, Jumat (11/9) petang. Usai salat, dia keluar dari masjid. Tetapi saat itu terjadi angin kencang dan badai pasir. Korban berdiri saja di pelataran masjid. Ketika itulah musibah menimpanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X