Masalah Merembet ke Cagub IP

- Kamis, 24 September 2015 | 20:18 WIB

Pengurus Masjid Nurul Qudus, Suardi menjelaskan, kekecewaan jemaah Masjid Nurul Qudus berawal dari sapi kurban yang ditarik kembali oleh Ketua Yayasan Adzkia setelah sapi tersebut diserahkan secara resmi kepada pengurus masjid.

“Kami menjemput sapi itu ke Kampus Adzkia pada Selasa (22/9) sore. Pe­nye­rahan sapi tersebut di­foto pihak Adzkia sebagai bukti kami menerima sapi kurban dari Adzkia. Penyerahan sapi disertai dengan pe­nyerahan sertifikat kurban. Ada nama Irwan Prayitno dalam sertifikat itu sebagai orang yang ikut berkurban. Namun Ketua Yayasan Adz­kia, Mardanus alias Datuak, meminta kami memotong sapi tersebut pada Kamis (24/9) sesuai dengan jadwal salat Idul Adha pihak Adz­kia. Sementara kami salat Idul Adha pada Rabu (23/9), mengikuti Muha­ma­di­yah,” ujar Suardi saat di­temui di rumahnya di Ka­lum­buk, Kamis (24/9).

Ia melanjutkan, setelah jemaah Masjid Nurul Qudus selesai salat Idul Adha pada Rabu (23/9), Ketua Yayasan Adzkia datang ke masjid itu. “Kami kira dia datang untuk menambah sapi kurban. Ternyata dia mengambil kembali sapi yang sudah di­serahkan sehari se­be­lum­nya. Kami biarkan saja dia membawa sapi karena me­mang itu milik dia,” ungkap Suardi.

Lebih lanjut Suardi me­nuturkan, saat sapi kurban di Masjid Nurul Qudus mu­lai dipotong, masyarakat setempat bertanya kepada pengurus masjid. “Katanya sapi kurbannya 6 ekor. Ke­napa jadi 5 ekor,” kata Suar­di menirukan pertanyaan salah seorang masyarakat. Suardi lalu menjawab, yang seekor lagi ditarik kembali oleh Ketua Yayasan Adzkia.

Masih di hari itu, kata Suardi, Ketua Yayasan Az­kia datang lagi ke Masjid Nu­rul Qudus pada sore ha­rinya. Ia menyerahkan kem­bali sapi itu. Akan tetapi, pengurus masjid tidak mau menerimanya karena ma­syarakat dan jemaah masjid setempat terlanjur kecewa dengan sikap Ketua Yayasan Adzkia.

Masalah ini, lanjut Suar­di, merembet ke masalah politik karena Yayasan Pen­didikan Adzkia adalah milik Irwan Prayitno, yang saat ini berstatus sebagai calon gu­bernur Sumatera Barat. Para pemuda yang geram dengan sikap Ketua Yayasan Adzkia itu dan mencopot baliho Irwan Prayitno yang ter­dapat di seberang jalan kam­pus. Masalah itu akhirnya dicium polisi dan para war­tawan meski akhirnya tak berujung ke masalah pidana karena kedua belah pihak bersedia berdamai.

Tahun Depan tak Terima Lagi Kurban Adzkia

Meski masalah antara jemaah Masjid Nurul Qu­dus dengan Yayasan Adz­kia sudah selesai, namun per­­soalan itu masih mem­bekas di benak masyarakat se­tempat. “Tahun depan kami tidak akan menerima lagi hewan kurban dari Yayasan Adzkia. Kami su­dah te­r­lanjur kecewa. Ka­mi punya harga diri yang tak bisa ditukar begitu saja dengan sapi kurban,” te­gasnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X