Pemko Padang Ditenggat Korea Selatan Hingga Akhir Oktober

- Kamis, 15 Oktober 2015 | 19:48 WIB

“Dalam rapat kali ini dibahas penyelesaian pem­bebasan tanah yang meng­alami beberapa masalah dalam konsolidasi. Pemko Padang dan Pemprov Sum­bar diberikan tenggat waktu sampai akhir Oktober 2015 oleh Pemerintah Korea Se­latan, selaku penyandang dana, untuk pembebasan jalur 40 m ini,” sebut Mah­yeldi Ansharullah.

Wako melanjutkan, ber­dasarkan hasil identifikasi masalah dari tim yang tu­run ke lapangan, sesuai rencana akan melakukan beberapa tindakan ke de­pan. Seperti, tim advokasi dan tim teknis yang sudah dibentuk, akan melan­jut­kan penyelesaian masalah konsolidasi by pass sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Kemudian, juga akan melakukan penertiban atau pembongkaran bangunan yang ada di jalur 40 m by pass berdasarkan Perda No. 11 tahun 2005 tentang Ke­tertiban Umum.

“Jika diakumulasikan maka panjang jalan yang belum dapat dikerjakan saat ini yaitu sepanjang 4,7 Km. Kita bersyukur, pemko ber­sama muspida dan seluruh pihak terkait saling bersi­nergi dalam menuntaskan berbagai masalah dalam pelaksanaan jalan lajur dua by pass,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Vidal Triza menyebutkan, dalam pembangunan jalan jalur dua by pass ini memiliki panjang 26,5 km dengan lokasi dari Simpang Gaung Teluk Bayur sampai dengan Duku fly over Kabupaten Padang Pariaman.

Kemudian, adapun un­tuk keseluruhan pem­ba­ngu­nannya dibagi menjadi 2 segmen. Segmen I dari Sim­p­ang Gaung Teluk Ba­yur sampai Simpang Lubuk Begalung dengan lebar ja­lan 35 m dan panjangnya 5 km.

Dan, segmen II dari Sim­pang Lubuk Begalung sam­pai Duku fly over Kabu­paten Padang Pariaman dengan lebar jalan 40 m dan panjang 21,5 km.

“Adapun kondisi pem­bangunan fisik jalan saat ini, untuk segmen I telah selesai 30% dan sisanya dalam pro­ses pengerjaan. Namun me­miliki kendala, yaitu masih adanya 25 persil yang ber­masalah dan 4 unit ba­ngu­nan liar yang belum dibong­kar. Kemudian, untuk Seg­men II telah selesai 1,2% untuk pengaspalan, 38,8% untuk pekerjaan pondasi atas (klas A) dan sisanya dalam proses pengerjaan,” sebut Vidal.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X