WNA Mengaku Diusir di Mentawai

- Senin, 19 Oktober 2015 | 19:37 WIB

 

Menurut Stevan, tembakan ke udara itu dilakukan oknum polisi setempat, karena kapal dituduh memasuki area Moring Boy dari Resort Macaronis.

“Saya sendiri mendengar tembakan itu, dan beberapa tamu saya suruh masuk ke kapal,” ujarnya.

Stevan pun berasumsi bahwa tembakan peringatan itu, dilakukan karena tamu yang mereka angkut tidak membayar saat memasuki area Morning Boy.

“Biasanya kan membayar, tapi karena aturan itu bukan dibuat pemerintah makanya kami gak mau bayar. Tanpa ada peringatan, polisi tersebut menumpang pada se­buah boat bersama dua orang anggotanya lalu mengusir kami dengan tembakan ke udara,” kata pemilik kapal.

Lebih lanjut ia mengungkap­kan oknum Polisi tersebut me­ngusir paksa kapal yang dina­khodai Steven saat akan pergi keluar dari areal laut Macaronis.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Mentawai, Iptu Zuheldi mengatakan, tembakan ke udara yang dilakukan oleh oknum Polres Sikakap terhadap turis asing tersebut adalah bentuk upaya pengamanan oleh anggota polisi tersebut.

“Kami tidak melakukan pe­ngu­siran, namun hanya menga­mankan kapal tersebut dari amukan warga,” katanya.

Ia menjelaskan, saat itu ka­pal Huey Surf Charteri yang dinakhodai oleh Steven akan diserbu oleh warga Desa Silabu Kecamatan Pagai Utara.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kunjungi Kota Padang, Simak Pesan Wakapolri

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:42 WIB
X