Program Jokowi-JK Belum Sentuh Sumbar

- Senin, 19 Oktober 2015 | 19:38 WIB

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sum­bar Asnawi Bahar kepada Haluan Senin (19/10) di Padang menuturkan, seta­hun perjalanan Jokowi – JK memang belum mem­beri­kan perubahan apa-apa bagi Sumbar. Poin-poin pem­bangunan yang disuarakan melalui Nawacita serasa tidak menyentuh Sumbar.

“Kita bisa lihat daerah lain begitu menjadi prioritas dalam program-program pembangunan. Apakah ini karena beliau tidak menang di Sumbar? Kita juga tidak me­nampik hal ini tentunya, pasti akan ada goresan-goresan,” ujarnya.

Dilanjutkan Asnawi, satu tahun tentu bukan waktu yang singkat. Namun, kenapa Sumbar serasa asing dari program-pro­gram pembangunan yang diga­lak­kan pemerintah pusat. “Kita bisa lihat di daerah tetangga Lampung – Sumatera Selatan sudah ada tol. Kenapa kita untuk proyek besar seperti ini seperti tidak tersentuh,” pungkasnya.

Ini, kata Asnawi adalah tugas berat bagi pemimpin Sumbar mendatang agar bisa melakukan lobi-lobi ke pusat agar pem­bangunan itu merata ke semua daerah termasuk di Sumbar.

“Pemerintah harus jemput bola ke pusat. Hal ini agar Sum­bar tidak lagi ditinggalkan dalam program strategis yang ada di pusat,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Lem­baga Kerapatan Adat Alam Mi­nang­kabau (LKAAM) Sumbar M. Sayuti memiliki pendangan yang berbeda. Menurutnya, be­lum siknifikannya perubahan yang dibawa dengan satu tahun Jokowi – JK disebabkan, abainya tim manajemen di sekeliling Jokowi–JK terhadap janji-janji yang sebelumnya diikrarkan saat pemilihan lalu. Akibatnya, ba­nyak janji yang hanya tinggal janji.

“Masih ingat ketika Bapak JK bersama tim manajemennya me­nandatangani nota ikrar terkait apa saja yang nantinya dilakukan di Sumbar jika terpilih. Salah satu isinya wacana Daerah Istimewa Minangkabau (DIM). Namun sekarang belum ada gerak-gerik­nya,” paparnya kepada Haluan melalui sambungan telepon di Padang Senin (19/10) sore.

Waktu itu cerita M. Sayuti, tim manajemen JK di Sumbar juga menjanjikan selain DIM juga akan membangun Rumah Sakit (RS), masjid dan janji lainnya. “Namun, follow up dari tim manajemen tersebut tidak ada hingga saat ini,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X