Dokter Korban Penculikan Dirawat di M Djamil

- Minggu, 25 Oktober 2015 | 19:15 WIB

“Dokter Yorva sudah sampai di RSUP M Djamil pada Sabtu sore lalu. Kel­uar­ga, pihak rumah sa­kit dan rekan-rekan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar membawa beliau ke Padang dengan ambulance milik RSUP M Djamil. Sesampai di Pa­dang, pasien langsung ma­suk IGD (Instalasi Gawat Darurat, red) untuk pe­me­riksaan. Namun sekarang sudah masuk ke ruang rawat dan pe­mulihan di Embun Pagi,” ucap­nya, Minggu (25/10).

Untuk berkomunikasi lebih lanjut, Gustavianof berharap agar awak media dapat bersabar hing­ga kondisi yang bersangkutan membaik. Tim dokter RSUP M Djamil juga tengah meng­upa­yakan pemulihan terhadap pasien secepat mungkin.

“Bersabar dulu hingga besok (hari ini,red). Sekarang tidak mungkin diwawancara karena kondisi pasien amat tidak me­mungkinkan. Kami lihat per­kem­bangannya besok,” lanjutnya.

Sebagaimana pemberitaan Haluan sebelumnya, dokter Yor­va dinyatakan hilang pada Jumat (23/10), setelah seharian tidak pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Aur Duri Indah, Kecamatan Padang Timur. Se­telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, keluarga datang ke bank untuk memblokir rekening korban. Berdasarkan informasi dari pi­hak bank, rekening telah ter­blokir karena kesalahan berkali-kali saat menginput pin. Terlacak, ATM terakhir kali digunakan di kawasan Kampar, Provinsi Riau.

Berdasarkan informasi ter­sebut, keluarga menghubungi kerabat di Kampar yang kebe­tulan juga seorang polisi. Kurang dari 24 jam sejak dilaporkan, korban ditemukan dalam kondisi tak berdaya, setelah dibuang oleh pelaku penculikan ke salah satu bak sampah di kawasan Per­tapahan, Kecamatan Tapung Selatan, Kabupaten Kampar.

Dirangkum dari beberapa sumber, dokter Yorva sempat menceritakan kejadian yang menimpanya kepada beberapa orang yang menolongnya. Salah satunya kepada Direktur RSUD Bangkinang, Wira Dharma yang pernah menjadi mahasiswa kor­ban saat masih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Dari penuturan Wira, korban mengaku diculik oleh empat orang yang tak dikenalnya, se­lepas menunaikan ibadah salat di lingkungan RSUP M Djamil. Setelah diculik, korban dipukul berkali-kali dan kepalanya di­ben­turkan, sehingga menyeb­ab­kan ia mengalami luka dan le­bam, terutama di bagian kepa­lanya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana, melalui Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Abdus Syukur Felani me­nyampaikan, pihak kepolisian terus mengembangkan penyeli­dikan untuk kemudian mela­kukan pengejaran kepada pelaku. Selain itu, koordinasi dengan Polsek Tapung Selatan, tempat korban dibuang pelaku, terus dilakukan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X