68 Lapak LPC Didata Ulang

- Selasa, 29 Desember 2015 | 03:29 WIB

Pendataan ulang yang seharusnya direncanakan pukul 15.30 molor hingga 1,5 jam karena diskusi antara Disbudpar dengan pedagang sedikit alot mengenai kekhawatiran mereka akan digusur oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang yang juga ikut terjun dalam pendataan tersebut.

“Tujuan pendataan ini adalah melakukan cek ulang terhadap pemilik dan pengelola di LPC yang berjumlah 68 unit bangunan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi.

Lanjut Medi, jika terbukti lapak-lapak di sepanjang LPC tidak sesuai pemilik dengan pengelolanya serta disalahgunakan seperti disewakan, pihaknya akan menertibkan tempat tersebut.

“Jika ada yang tidak beres akan kita tertibkan, tempat tersebut akan ditertibkan jika disalahgunakan seperti disewakan,” ungkapnya.

Dari pantauan Haluan di lapangan, dari 68 warung yang dilakukan data ulang oleh Disbudpar, ditemukan salah satu warung yang tidak sesuai dengan pemiliknya, atas nama Febriyanti.

Selain itu, ditemukan juga salah satu kafe yang tidak memiliki izin dan pemiliknya tidak jelas, petugas Satpol PP kemudian menertibkan barang-barang yang berada di salah satu blok tersebut.

“Selain itu, ditemukan juga salah satu kafe yang belum pernah ditempati yang bernama Eruda Kafe. Jika kafe tersebut tidak juga ditempati, maka akan dilakukan penyegelan,” tegas Medi.

Ia mengapresiasi para pedagang di sepanjang LPC selama pihaknya melakukan pendataan ulang dengan tidak melakukan perlawanan kepada petugas.

“Kesadaran masyarakat untuk menempati blok sesuai dengan tempat urutan kafe sangat dihargai, terbukti tidak ada sedikitpun perlawanan dari para pedagang di sepanjang LPC tersebut,” tukasnya. (h/mg-adl)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X