Pemprov Bangun Sistem Administrasi

- Selasa, 29 Desember 2015 | 03:48 WIB

Anggaran itu digunakan untuk pengembangan jaringan radio link 29 titik, pembelian perangkat komputer dan aplikasi, pembelian gadget berupa smartphone dan alat pemindai 60 unit, dengan total biaya mencapai Rp2,6 M. Selanjutnya Rp2,1 M dipergunakan untuk biaya pelatihan, pembayaran 17 tenaga IT profesional yang perbulannya men­capai Rp 77 Juta, sewa bandwitch 100 Megabyte.

Sekretaris Pemprov Sumatera Barat Ali Asmar mengatakan, pe­nerapan electronic government merupakan gagasan dari Gubernur Irwan Prayitno kala itu. Melalui program yang diberi nama Simaya diyakini dapat menghemat pe­ng­e­luaran anggaran rutin pengadaan alat tulis kantor, karena semua administrasi telah dilakukan secara elektronik.

 ”Yang pasti adanya Simaya, menghemat anggaran ATK sampai 25 persen per tahunnya. Surat menyurat, disposisi, semua me­makai aplikasi elektronik Simaya ini,” ungkap Sekretaris Provinsi Ali Asmar usai membuka sosialisasi penerapan Simaya di Ruang Rapat Gubernuran, Sumbar Senin (28/12) pagi.

Penerapan program Simaya di Sumbar sebenarnya, mencontoh penerapan elektronik government dari Pemerintah Kota Surabaya. Akan tetapi, ongkos penerapan aplikasi Simaya di Sumbar lebih murah dibanding di Surabaya, karena terdapat efisiensi di sejumlah bagian.

“Kita memang mencontoh Buk Trisma _Walikota Surabaya. Tapi kita lebih murah. Kalau disana yang menjadi operator dan peng­gelo­lanya pegawai outsourcing, kalau kita menggunakan pegawai sendiri yang sudah dilatih,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Bulan April 2015, Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan penerapan Simaya efektif pada Bulan September 2015. Ternyata kegiatan di tahun 2015 tersebut tidak bisa terealisasi sesuai waktu yang ditentukan, sehingga diundur tahun 2016.

Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Irwan beralasan, keterlambatan realisasi Simaya disebabkan permasalahan paket tender jaringan radio link serta pengadaan sarana lainnya terpaksa diulang.

“Tendernya terpaksa diulang. Baru Bulan September lalu ram­pungnya,” terangnya.

Terkait lebih murahnya biaya penerapan administrasi per­kan­toran maya di Sumbar, Irwan men­jelaskan, jaringan yang digunakan pemerintah Kota Surabaya meng­gunakan fiber optic, sedangkan di Sumbar masih menggunakan radio link.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB
X