MK Verifikasi Gugatan 6 Cakada di Sumbar

Administrator
- Selasa, 29 Desember 2015 | 03:50 WIB

Kuasa hukum paslon Desra Ediwan-Bachtul (Kabupaten Solok) dan Benny Utama-Daniel (Kabupaten Pasaman) Virza Benzani mengatakan, pihaknya sampai Selasa (22/12) masih diizinkan oleh sekretariat me­nga­jukan permohonan. Apalagi, MK sampai Sabtu (26/12) masih menerima permohonan gugatan. Atas dasar itu, pihaknya mema­sukkan gugatan.

“Terkait permohonan kami akan berlanjut atau tidak tergan­tung majelis hakim nantinya. Untuk persyaratan kami sudah melengkapi dan bahkan akan segera mengirim perbaikannnya sesuai yang dibutuhkan MK,” ucap Virza ketika dihubungi Haluan, Senin (28/12).

Ia juga menyebutkan terkait selisih suara yang menjadi tan­tangan kliennnya, ia menyebut ini masih menjadi perdebatan di banyak kalangan, sehingga belum bisa diputuskan mana yang akan diterima. “Selain itu, PMK yang dike­luarkan itu sudah injury time,” tambah Virza.

Virza sendiri selain menjadi kuasa hukum untuk paslon Desra Ediwan-Bachtul (Kabupaten Solok) dan Benny Utama-Daniel (Kabupaten Pasaman) juga men­jadi kuasa hukum untuk paslon Khairunas-Edi Susanto (Solok Selatan).

Terkait materi yang menjadi permasalahan kliennya, Virza mengaku tidak jauh berbeda. Pihaknya melihat ada ketidak­beresan dalam penyelenggaraan Pilkada, sehingga berimbas pada hasil pemilihan. Seperti penye­baran C6 yang tidak merata dan banyak kesalahan serta sosiali­sasi yang minim tentang memilih menggunakan KTP, saksi yang diintimidasi penyelenggara, pe­nye­lenggara yang tidak netral dan hal lainnya yang menganggu jalannya proses Pilkada.

“Kita tidak selalu bermain dengan angka, banyak kesalahan-kesalahan dalam penyeleng­ga­raan yang mempengaruhi pelak­sa­naan Pilkada dan hasilnya. Jika hanya bermain dengan angka, jangan-jangan MK nanti malah jadi mahkamah kalkulator,” tutupnya. (h/eni)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

384 Pejabat Pemko Padang Dilantik Hendri Septa

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:46 WIB
X