Kota Padang Krisis Air

- Selasa, 29 Desember 2015 | 03:54 WIB

Dengan demikian, pe­me­nuhan kebutuhan air bagi 1,1 juta warga Kota Padang akan sulit dicapai dengan mak­simal tanpa kerja keras pe­merintah serta kesadaran masyarakat untuk ber­hemat.

Hal itu dikemukakan Staf Khusus Menteri Peker­jaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PR) Firdaus Ali dalam Seminar Inter­national Konversi Sumber

Daya Air dalam rangka keterse­dian dan keberlangsungan sum­ber air baku bagi PDAM, yang diada­kan PDAM Kota Padang di Hotel Grand Inna Muara, Senin (28/12).

“Kerja keras pemerintah un­tuk memenuhi kebutuhan air itu tak akan maksimal tanpa pola pakai air masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, untuk menjaga ketersedian air bersih, harus pula diimbangi antara kuantitas dan kualitas air itu sendiri,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sa­ma, Ketua Forum Daerah Aliran Su­ngai (DAS) Kota Padang Isril Berd mengatakan, berbagai masa­lah saat ini menghantui penge­lolaan DAS guna memenuhi kebutuhan mas­yarakat. Selain kondisi DAS yang kian mem­buruk karena pening­katan degra­dasi lahan, keadaan makin diper­parah dengan sering terjadinya aktifitas penebangan pohon se­cara liar.

“Masalah yang ditemukan itu semakin kompleks, mulai dari alih fungsi lahan yang tak terkon­trol dan banyaknya penebangan pohon yang menyebabkan banjir. Ini menyebabkan upaya reha­bilitasi DAS yang dilakukan menjadi sia- sia. Sejauh ini penge­lolaan sumber daya alam yang terdapat di sepanjang DAS lebih berorientasi pada nilai eko­no­mis,” jelasnya.

Kota Padang saat ini me­miliki enam DAS, di antaranya DAS Air Timbulun, DAS Bu­ngus, DAS Arau, DAS Kuranji, DAS Air dingin, DAS Kandis. Berdasarkan pantauan terakhir, DAS Arau, Kuranji dan Air Dingin dalam kondisi sangat kritis dengan debit air sungai yang tidak normal, tutupan lahan yang menurun, serta kualitas air yang buruk karena terpengaruh sampah.

Sementara itu Walikota Pa­dang Mahyeldi Ansrullah menga­mini bahwa pasokan air bersih di Kota Padang saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutu­han 1,1 juta warganya. Salah satu penyebabnya dikarenakan saat curah hujan tinggi, tanah di Kota Padang tidak mampu mengen­dalikan air agar menjadi sumber air bersih, apalagi saat musim kemarau.

“Melalui seminar ini kami berharap mendapat banyak masu­kan dalam perbaikan pelayanan air bersih dan pengelolaan pe­man­faatan DAS untuk warga Kota Padang. Soalnya masalah air ini adalah masalah kehidupan, orang bisa berperang karena air ini. Jika tidak segera kami upaya­kan perbaikannya, akan memba­hyakan kehidupan masyarakat Kota Padang sendiri,” ucap Walikota.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X