MK-Fauzi Tolak Penetapan KPU Sumbar

- Senin, 25 Januari 2016 | 16:34 WIB

“Seperti dugaan ijazah palsu, petahana yang melantik pejabat, dan pemanfaatan program peme­rintah untuk politik,” ujarnya.

Diwarnai Aksi Demo

Rapat pleno penetapan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Su­matera Barat terpilih juga diwar­nai aksi unjuk rasa. Aliansi Masyarakat Sumbar (AMS) me­nolak penetapan itu.

Pengunjuk rasa yang ber­jumlah lebih kurang 50 itu melakukan orasi di depan Hotel Bumiminang. Mereka meminta KPU untuk menunda rapat ple­no penetapan Cagub-Cawagub terpilih Sumbar periode 2016-2021 karena dilakukan pada hari libur.

“Bagaimana mungkin pene­tapan dilakukan di hari libur, sementara Sabtu bukanlah hari kerja. Masih banyak yang harus dihadapi oleh KPU Sumbar ketimbang terburu-buru meng­gelar rapat pleno,” ujar Koordinator Aksi Yusak David Pingah dalam orasinya.

Menanggapi pernyataan para demonstran, Ketua KPU Sum­bar, Amnasmen kepada Ha­luan mengatakan terkait rapat pleno yang digelar pada hari libur, yaitu Sabtu (23/1) menu­rutnya itu tidak jadi masalah.

“Dalam Peraturan KPU No­mor 11 Tahun 2015 Pasal 52 Ayat 6 dijelaskan bahwa dalam hal pengajuan permohonan per­selisihan hasil pemilihan kepada Mahkamah Konstitusi, peneta­pan pasangan calon terpilih dilakukan paling lama satu hari setelah ditetapkannya putusan Mahkamah Konstitusi. Jadi, misalnya ditetapkan oleh MK pada hari Sabtu, maka pada hari Minggu nya KPU harus segera menetapkan pasangan terpilih, sekalipun itu hari libur,” jelasnya.

Dalam rapat pleno tersebut, aparat keamanan yang berjaga-jaga di pintu masuk, memasang alat metal detektor. Setiap un­dangan yang masuk diperiksa satu-persatu berikut barang ba­waan mereka.

Selain memasang alat metal detektor, personel kepolisian yang dikerahkan dari Brimob, Gegana dan Dalmas serta anti huru hara, dilengkapi dengan persenjataan lengkap. Satu unit mobil water canon dikerahkan ke lokasi. Total 514 polisi gabungan dari Polda Sumbar dan Polresta Padang dikerahkan dalam rapat pleno tersebut.

Terpisah, Plt Sekwan DPRD Sumbar Raflis mengatakan, pe­lantikan akan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta bersama calon gubernur terpilih lainnya. Setelah KPU menetapkan pasa­ngan IP-NA tinggal menunggu proses pengambilan sumpah jabatannya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X