2.617 Rumah di Padang Rusak

- Senin, 1 Februari 2016 | 11:39 WIB

PADANG, HALUAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Padang Pariaman memprediksi selama Februari wilayah Sumbar masih akan diguyur hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Sehingga masyarakat Sumbar masih perlu siaga akan potensi bencana banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar , Zulfiatno melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Pagar Negara menu­turkan, berdasarkan laporan stasiun Sicincin, sebagian besar wilayah di Kabupaten Pasaman Barat, yakni di Kecamatan Luhak Nan II, Kecamatan Ranah Pe­sisir, Kecamatan Pasaman. Kemudian, di Kabupaten Solok Sel­atan, yakni di Kecamatan Pauh Duo, Balai Janggo, Sangir Batang Hari, Sungai Pagu masih berpotensi hujan dengan curah tinggi.

“Kondisi ini kita prediksi akan menyelimuti selama bulan Februari 2016. Sehingga kesiap­siagaan  perlu ditingkatkan, dengan melakukan koordinasi tim kebencanaan di daerah” katanya kepada Haluan kemarin.

 Sementara untuk kawasan dengan kondisi hujan di atas normal juga perlu diperhatikan, mengingat potensi gerakan tanah akan meningkat ketika curah hujan meningkat signifikan di atas rata-rata. “Peluang terjadinya bencana longsor dan banjir masih akan tinggi pada bulan ini,” sebutnya.

Sebelumnya, sebagai langkah mitigasi BPBD Sumbar akan memasang alat peringatan dini di daerah Kabupaten Agam. “Ta­hun ini kita akan memasang alat peringatan dini di beberapa titik di Agam. Diharapkan ini akan meminimalisir potensi korban jiwa dan juga kerugian materi akibat banjir atau longsor,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sumbar, Zulfiatno.

Zulfiatno mengatakan, dipi­lih­nya daerah Agam ini, dikare­nakan daerah ini sangat tinggi potensi banjir dan terutama longsor. Untuk pengadaannya, akan dilakukan pada Februari mendatang. “Dengan alat ini nantinya akan dengan mudah kita mendeteksi adanya pergerakan tanah,” katanya.

 BPBD terus mengimbau kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewasapadaannya terutama pada kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini. Apalagi masyarakat yang tinggal di daerah yang kontur tanahnya labil dan di sepanjang Daerah Aliran Su­ngai (DAS).

 ”Kita terus informasikan ke masyarakat. Selain itu untuk tim kebencanaan di daerah juga telah sering diimbau agar terus me­ning­katkan kewasapadaan dan terus  menyiagakan peralatan kebencanaan. Kepada dinas terkait di kabupaten/kota juga diminta untuk terus membantu,” katanya.

Waspada Angin Kencang

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X