M. Sayuti Kembali Pimpin LKAAM Sumbar

- Sabtu, 19 Maret 2016 | 04:26 WIB

PADANG, HALUAN — Drs. M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu, M.Pd terpilih kembali menjadi Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat periode 2016 - 2021 melalui Mubes LKAAM XI Sumatera Barat di Hotel Bumiminang yang berakhir, Jumat (18/3) dini hari.

M. Sayuti memperoleh suara terbanyak dari 10 calon yang diusulkan ma­sing-masing LKAAM dan KAN se-Kabupaten/Kota. Sesuai dengan tata tertib sidang, lima calon yang memperoleh suara ter­ba­nyak akan menjadi for­matur dan suara terbanyak lang­sung menjadi ketua for­matur. Selain M. Sayuti, empat nama lain sebagai formatur yaitu H. Syafrizal Dt. Nan Batuah, Irzal Veri Idrus Dt. Rajo Sampono, H. Syafri Dt. Sori Marajo, dan Drs. Muslim Kasim Dt. Sinaro Basa.

Mubes pada awalnya disepakati peserta hanya sampai pukul 12.30 WIB dan dilanjutkan pagi ha­rinya. Namun atas kese­pakatan peserta juga, Mubes tetap dilanjutkan sampai pemilihan pucuk pimpinan LKAAM Sumatera Barat periode 2016 - 2021. Hal ini ber­kaitan dengan tidak cu­kup­nya dana panitia Mu­bes jika waktu pelaksanaan Mu­bes diperpanjang dari jad­wal semula.

Teknis pemilihan yang d­i­sepakati adalah setiap pe­serta yang mendapat mandat ber­hak menggunakan hak suara. Untuk mempercepat proses pemilihan, peserta yang terdiri dari pengurus KAN dan LKAAM di­pang­gil per Ka­bupaten dan Kota. Ber­da­sarkan data registrasi yang dimiliki panitia, pim­pinan sidang mendapat data jumlah peserta yang berhak memilih tiap kabupaten dan kota. 

Tercatat 342 peserta meng­­­gunakan hak suaranya yang berasal dari 17 kota dan kabupaten se-Sumatera Ba­rat. Setelah penghitungan, jumlah suara yang sah 337 suara , abstain 2 suara, dan tidak dikembalikan 3 suara. LKAAM dan KAN se-Kota Solok yang hadir di ruangan Mubes tidak menggunakan hak suaranya. Tindakan ter­sebut merupakan lanjutan sikap abstain saat memberi tanggapan laporan Pengurus LKAAM Sumatera Barat periode 2010 - 2015, dan proses pengusungan bakal calon. 

Perjuangkan DIM

Usai terpilih sebagai pucuk pimpinan LKAAM Sumbar, M Sayuti m­e­nga­takan pihaknya akan mem­perjuangkan pembentukan Daerah Istimewa Minang­kabau (DIM) sesuai aspirasi ninik mamak. Itu adalah harga mati,” kata Sayuti.

Menurutnya, tanpa DIM, ABS-SBK hanya omong ko­song saja. Karena agama dan adat di Minangkabau tidak bisa dipisahkan. Sedangkan bagi pemerintah pusat, aga­ma dan adat merupakan dua hal yang dipisahkan.

“Syarak (agama) me­ru­pakan urusan pusat yang tidak bisa diatur oleh daerah, dan adat hanya menjadi urusan daerah yang jarang men­dapat perhatian peme­rintah,” ujar M. Sayuti saat diwawancarai Ha­luan se­saat setelah pene­tapan men­jadi Pucuk Pim­pinan LKAAM Sumatera Barat, Jumat subuh. (mg-fyt)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Hendri Septa Kukuhkan Pengurus PPCB Padang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Wako Padang Motivasi Generasi Muda di Kurao Pagang

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:27 WIB

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB
X