Hakim Perintahkan Perkara Dilanjutkan ke Kejaksaan

- Rabu, 23 Maret 2016 | 03:49 WIB

PADANG, HALUAN —  Ka­sus dugaan penganiayaan yang dilakukan Jordan Heuer, Mar­­­­­keting Kandui Villas di­pe­rintahkan hakim tunggal agar penyidik Polres Mentawai segera melimpahkan ber­kas­nya ke kejaksaan dan di­lan­jutkan ke pengadilan.

Menurut hakim, Estiano, perkara tersebut bukan tindak pidana ringan sebagaimana diatur pasal 352 KUHP, teta­pi dalam ruang lingkup tindak pidana berat sesuai dengan pasal 351 KUHP.

“Berdasarkan fakta yang terungkap dalam per­si­da­ngan, baik keterangan saksi maupun bukti yang ada. Pe­netapan kami, menyerahkan perkara tersebut ke penyidik untuk dilanjutkan ke ke­jak­saan,” kata Estiano dalam sidang Tipiring perkara pe­nga­niayaan dengan korban, Alexandre Leon, wisatawan asal Perancis di Pengadilan Negeri Padang, Selasa (22/3).

Dijelaskannya, akibat puku­lan tersebut korban yang akrab disapa Sacha, me­nga­lami sejumlah luka di wajah bagian kanan hingga me­nge­luarkan banyak darah dan bengkak. Akibat kondisi itu, ia tak bisa melakukan akti­vitas pekerjaan selama satu pekan.

Dugaan pemukulan itu, terjadi pada 6 Mei 2015 seki­tar pukul 17.30 WIB di per­airan Pulau Karang Majat, Siberut Daya, Kepulauan Men­tawai. “Saya berwisata ke Mentawai dengan kakak. Sore itu, saya menunggu ombak untuk surving di dekat Pulau Karang Majat,” kata Sacha di persidangan.

Kemudian tiba-tiba da­tang Jordan di depannya de­ngan menggunakan papan surving. “Saat bertemu, pan­dangan dia waktu itu  sangat marah sekali. Tetapi, saya tak tahu kenapa dia marah begi­tu,” ujarnya dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Tak lama berselang, ka­kaknya ingin istirahat dan kem­bali ke sampan. Se­men­tara, ia tetap melanjutkan surving di lokasi tersebut. Ti­ba-tiba dia didahului Jordan. Kemudian dia bertanya kena­pa dipotong, ada masalah apa. Kata Jordan kepadanya, tidak boleh dia (Sacha) surving di sana, tanpa kejelasan.

Kemudian mendadak pu­kulan papan selancar Jordan mengarah ke tubuhnya. “Pu­kulan papan selancar tersebut saya tangkis dengan papan surving saya. Kemudian saya dipukul dengan tangan ko­song hingga tiga kali. Aki­bat­nya, saya luka di bawah pelipis mata, membesar dan ber­da­rah,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, ia pu­lang ke penginapan dan di­bantu pengobatan oleh pe­milik penginapan, Aurelius Yan, sebelum dibawa ke pus­kemas setempat. Keesokan harinya, baru dilaporkan pe­ris­tiwa itu ke Polsek Muara Siberut.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X