Banjir akan Mudah Berulang

- Kamis, 24 Maret 2016 | 04:40 WIB

Banjir yang terjadi awal pekan ini di Padang, selain disebut sebagai siklus 20 tahunan, juga diduga dipicu perubahan tata kota dan pola lingkungan. Daerah yang sebelumnya jadi daerah resapan air, kini sudah berubah

PADANG, HALUAN – Kepala Ba­dan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Sumbar Zulfiatno menilai masalah tata kota dan perubahan pola lingkungan di Padang menjadi faktor pemicu terjadinya banjir. Kawasan yang dulunya merupakan daerah resapan air, kini sudah berubah menjadi kawasan perumahan, perkantoran pergudangan hingga kampus.

Apa yang dikatakan Zulfiatno ini bukan tak beralasan. Pasca­gempa tahun 2007 dan 2009, tata ruang dan pola lingkungan seperti berubah. Bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Lihat saja di kawasan Lubuk Minturun, Air Dingin Kecamatan Koto Tangah serta Kuranji dan Air Pacah. Daerah yang sebelumnya hijau dan dipenuhi hamparan sa­wah, kini justru “ditumbuhi” bangu­nan permanen, bahkan semakin meluas. Belum lagi pembangunan kampus III IAIN Imam Bonjol di Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah. Kawasan kampus ini diba­ngun di areal seluas 68 Hektare.

Ditemui Haluan di escape buil­ding Kantor Gubernur Sumbar Rabu, (23/3) siang, Zulfiatno me­nye­but. Pascagempa 2007 dan 2009 lalu, ada kecenderungan perpin­dahan tata kota dari pinggir pantai atau pusat kota ke daerah yang lebih tinggi di kawasan Koto Tangah, Nanggalo dan bypass Kota Padang.

“Di sana  telah banyak berdiri bangunan perumahan dan bangunan kantor. Padahal daerah itu meru­pakan daerah resapan air. Ketika ini sudah bangun perumahan tentu tidak ada lagi resapan air,” ung­kapnya.

Hanya saja, hal ini tak menjadi faktor tunggal yang memicu terja­dinya banjir besar tersebut. Ia menilai, faktor alam berupa proses pasang air laut juga besar pengaruhnya.

 “Karenanya, ketika air hujan yang turun dari hulu bertemu dengan air laut yang sedang pasang,” katanya.

Dalam catatannya, di Padang tercatat ada 11.455 rumah atau sekitar 87.174 orang yang terdampak ben­cana banjir dimana 65.000 orang telah dievakuasi di Nanggalo dan Dadok Tunggul Hitam.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X