Sarana Belajar SMAN 7 Tak Bisa Dipakai

- Sabtu, 26 Maret 2016 | 04:20 WIB

PADANG, HALUAN — Hampir 80 persen sarana dan prasarana belajar di SMA 7 Padang tidak bisa digunakan, karena te­rendam banjir yang terjadi Selasa (22/3) lalu. Wakil Humas SMA 7 Padang Seprah Madeni, MPd mengatakan, banyak peralatan belajar yang rusak dan tidak layak digunakan di­antaranya, infokus, labor biologi dan fisika, CPU, meja dan kursi guru serta kursi siswa yang juga tidak bisa digunakan lagi.

“Termasuk administrasi sekolah juga rusak semua­nya, buku-buku dan ruang guru sudah dikosongkan karena peralatannya sudah kumuh dan tidak bisa di­pakai lagi,” ungkapnya saat mengadakan goro bersama dengan semua siswa, Kamis (24/3).

Untuk saat ini aktivitas belajar mengajar juga di­tiada­kan dulu, termasuk juga ujian yang tengah ber­langsung terpaksa diundur hingga Senin mendatang.

“Kemarin kan anak-an­ak sedang ujian sekolah, dan kelas 10 serta kelas 11 juga ujian Mid Semester jadi terpaksa kami undur ke hari Sabtu (26/3) sampai Senin (28/3) nanti,” ulasnya.

Meskipun kondisi meja dan kursi belajar siswa bany­ak yang rusak, namun para siswa dan guru tetap ber­semangat melanjutkan ujian sekolahnya. Tentunya de­ngan peralatan seadanya, dan kondisi yang kurang kondusif.

Untuk membantu mem­bersihkan sisi lumpur yang ada di ruangan, juga tampak tim pemadam kebakaran menyemprotkan air bersih guna mengeluarkan sisa-sisa lumpur yang ada di dinding dan lantai yang masih tebal menempel.

Tidak hanya tim pe­ma­dam kebakaran, di lokasi juga terlihat sejumlah siswa dan anggota pramuka SMK 5 Padang yang juga ikut berpartisipasi membantu membersihkan ruangan ya­ng kotor, dan peralatan yang terkena banjir.

Terpisah, Kepala Se­ko­lah SMK 5 Padang Deta Mahendra mengatakan, pi­hak­nya menurunkan ang­gota Pramuka untuk me­ringan­kan beban SMAN 7 yang dilanda bencana. Ke­ingi­nan para siswa tersebut berasal dari diri mereka masing-masing, untuk me­m­bantu bergotongroyong mem­ber­sih­kan sekolah tersebut.

“Kami memang selalu menanamkan jiwa go­tong­royong dan sosial pada para siswa, agar mereka lebih peka terhadap ling­kungan­nya dan memiliki sifat yang peduli pada sesama. Al­ham­dulil­lah, apa yang diajarkan oleh para guru pada siswa diabdikan pada teman-te­mannya yang terkena musi­bah banjir ke­marin,” ujarnya. (h/rin)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB

Bansos Beras 10 Kg di Padang Telah Disalurkan

Selasa, 20 Juli 2021 | 18:44 WIB
X