Kerugian Akibat Banjir dan Longsor Rp52 Miliar

- Sabtu, 26 Maret 2016 | 04:33 WIB

PADANG, HALUAN — Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Sumbar mencatat total kerugian akibat bencana banjir dan longsor di enam Kabupaten/Kota kemarin men­capai 52 miliar. Kota Pa­dang terdata yang paling besar total kerugiannya mencapai Rp27 miliar.

Kepala BPBD Sumbar Zul­fiatno melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Lo­gistik BPBD Sumbar Pagar Negara mengatakan, hanya tiga daerah terdampak yang baru menyampaikan data kerugian akibat banjir dan longsor  yang terjadi pada Selasa, (22/3). Sementara tiga daerah lainnya masih melakukan pendataan di lapangan.

“Data yang masuk baru dari Kota Pariaman dengan kerugian Rp25 miliar, Kota Padang sebesar Rp27 miliar dan Kabupaten Agam dengan kerugian Rp800 juta. Saat ini kita masih menunggu tiga daerah lainnya,” katanya ke­pada Haluan Jumat, (25/3) sore melalui sambungan tele­pon dari Padang.

Sementara untuk masa tang­gap darurat bencana diber­lakukan selama 14 hari ke depan dari hari Selasa lalu. Untuk Kota Padang itu tujuh hari sampai Senin depan.

“Kita selama tanggap daru­rat ini masih terus menyuplai logistik ke titik yang parah. Baik itu berupa makanan siap saji, pakaian, obat-obatan dan juga bantuan air bersih dengan menggunakan tanki air,” terangnya.

Sedikitnya BPBS Sumbar menyalurkan 15 tanki air untuk memberikan air bersih kepada warga. “Ada juga tanki yang kita kirim untuk membersihkan lum­pur yang dibawa banjir ke pemu­kiman,” tandasnya.

Selain itu, BPBD Sumbar juga tengah mengusahakan ban­tuan dari BNPB. Mengingat masih dibituhkannya bantuan oleh rakyat.

“Ada 15 paket yang kita aju­kan ke BNPB untuk segera ditu­runkan. Paketnya beruapa pa­kaian, tenda, makanan siap saji, penambah gizi, obat-obatan dan logistik lainnya. Diharapkan bantuan senilai Rp300 juta ini bisa segera turun,” tandasnya.

BPBD juga mengimbau ke­pada warga untuk tetap waspada pada kondisi cuaca saat ini. Karena dari indormasi BMKG hujan lebat masih akan meng­guyur Sumbar dan Kota Padang terutama. “Kita imbau warga yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dan daerah rawan bencana lainnya tetap waspada,” katanya. (h/isr)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X