2015, BPOM Sita 10 Obat Berbahaya

- Sabtu, 26 Maret 2016 | 13:06 WIB

PADANG, HALUAN — Ba­lai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pa­dang dalam operasinya sela­ma tahun 2015 temukan 10 macam obat dan makanan yang tidak mempunyai izin edar.

Kepala BPOM Padang Zul­kifli, kemarin meng­im­bau supaya masyarakat Kota Pa­dang berhati-hati dalam mengkonsumsi ba­rang yang dicurigai meng­gunakan ba­han yang mem­punyai zat berbahaya tanpa ada izin edar dari BPOM ataupun izin fiktif (rekaya­sa).

Pasalnya, sudah banyak disita barang-barang yang dikhawatirkan akan meru­sak kesehatan baik itu ma­ka­nan, obat dan kosmetik.

Selama 2015, terungkap dan ditangkap serta disita dua tempat di Sumbar yaitu di Kota Bukittinggi dan Ko­ta Padang untuk kos­metik seperti Natural 99, cream DR, temulawak Ma­lay­­sia, dan beberapa lipstik pal­su yang beredar tanpa izin.

Selain itu, juga berada di Kota Pariaman dan Padang obat tradisional seperti Ta­w0n klanceng, kunci mas, urat madu, pil tupai, mcO eks, pil biru dan lain se­ba­gai­nya yang dijual ter­selu­bung dan didapatkan di gudangnya.

Sementara itu, satu pa­ngan di Kota Padang dari produk Malaysia yaitu Mil0 impor illegal dalam kema­san kaleng cair. Sisanya 0bat lima kasus yaitu dua d Bu­kit­tinggi dan satu di Padang Pariaman, satu di kota So­lok dan satu di kota Padang.

“Semua itu kita dapat­kan saat gelar operasi yang dijual di gudang rumah ataupun di toko-toko,” ujar Zulkifli.

Dikatakannya, semua tersangka sudah diamankan dan dua tersangka masih dalam proses.

“Kita akan tingkatkan pengawasan supaya bisa berkurang beredarnya obat dan makanan yang berba­haya bagi kesehatan. Kita juga selalu bekerjasama dan saling berinergi dengan pihak kepolisian dalam hal ini,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB

Bansos Beras 10 Kg di Padang Telah Disalurkan

Selasa, 20 Juli 2021 | 18:44 WIB
X