Bocah SD Tewas Terbawa Arus Sungai

- Senin, 28 Maret 2016 | 03:43 WIB

PADANG, HALUAN — Seorang pelajar kelas 4 Sekolah Dasar (SD), Muhammad Fauzan Sauqi (10) warga Jalan Banuaran nomor 6 RT 04 RW 01, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) ditemukan sudah tidak bernyawa, meskipun sempat diselamatkan karena ikut berenang di sungai Batang Harau, Pulau Air, Kecamatan Lubeg, Sabtu (26/3) sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Haluan di lapangan mengatakan, korban saat itu sedang asyik berenang di lokasi bersama tiga temannya, yakni Figo (10), Farel (10) dan Hari (8). Saat itulah, korban pun terlihat hanyut dibawa arus. Melihat itu, Figo dan Farel langsung menyelamatkan korban.

“Kami berhasil menyelamatkannya dan langsung membawa ke tepi sungai dan berhenti mandi,” kata Figo kepada petugas.

Kemudian Figo mengimbau kepada Fauzan agar tidak kembali berenang. Tidak berapa lama setelah diselamatkan, Figo yang masih berada di lokasi tidak jauh dari sungai tersebut tidak mengetahui yang bersangkutan berenang hingga akhirnya korban kembali tenggelam.

“Kami tidak tahu kapan dia masuk ke air lagi. Tapi, dia terlihat sudah mulai terbawa arus sungai,” ucap Figo lagi. Tidak mampu mengejar korban, Figo dan temannya yang lain langsung meminta tolong kepada warga sekitar. Untung saja, saat itu ada dua remaja yang bernama Andre (15) dan Andre (18) di dekat lokasi langsung mengejar korban yang hanyut.

Malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih. Meskipun sudah berhasil diselamatkan dari arus sungai, nyawa korban tidak bisa ditolong. Dia meninggal ketika diangkat dari air. “Kami berhasil menyelamatkan anak itu, tapi nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan,” ucap Andre kepada petugas.

Penemuan tubuh korban yang sudah tidak benyawa itu sontak membuat Evi Hartati (40), ibu korban histeris. Tidak hentinya, ibu tiga anak tersebut menangis saat melihat tubuh si buah hatinya bersama Zul (40) itu terbaring kaku di Puskesmas Pegambiran.

“Saya sempat melarangnya pergi mandi, karena dia hanya minta untuk membelikan obat buat saya. Namun entah kenapa, tidak sepertinya dia tidak mau mendengarkan perkataan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsekta Lubuk Begalung Kompol Aljufri mengatakan, setelah korban sampai di rumah duka, petugas langsung melakukan identifikasi. Tapi, keluarga korban menolak untuk otopsi, hanya visum luar saja. Pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukannya visum dan otopsi terhadap tubuh korban. “Kita dapat laporan dari masyarakat ada anak hanyut. Kami pun mendatangi lokasi dan lakukan identifikasi terhadap korban. Keluarga hanya ingin visum luar saja,” katanya. (h/mg-adl)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB

Bansos Beras 10 Kg di Padang Telah Disalurkan

Selasa, 20 Juli 2021 | 18:44 WIB
X