Rekomendasi Pansus GPP-GPEMP Tertunda

- Rabu, 30 Maret 2016 | 04:11 WIB

PADANG,HALUAN —  Re­komendasi tim panitia khusus (Pan­sus) Gerakan Pen­sejah­teraan Petani/Gerakan Pe­ningkatan Ekonomi Ma­sya­rakat Pesisir (GPP/GPEMP) DPRD Sumbar sampai seka­rang masih tertunda. Rencana awalnya rekomendasi di­umum­kan pada 7 Maret lalu melalui rapat paripurna yang akan di­lak­sanakan DPRD.

Ketua tim Pansus, Apris Yaman mengatakan hingga kini belum ada kepastian kapan rekomendasi diberikan. Pada akhir Maret sekarang tim pan­sus berencana akan me­nga­dakan rapat lanjutan untuk penyusunan lagi rekomendasi yang akan diberikan. 

“Beberapa waktu lalu telah ada pembahasan rekomendasi. Tapi masih banyak yang perlu dilengkapi lagi,” ujar Apris, Selasa (29/3).

Sebenarnya waktu kerja pansus sudah habis. Namun tim sudah meminta per­pan­jangan waktu secara resmi. 

Apris mengatakan untuk penyusunan rekomendasi ini, pansus sebenarnya sudah pu­nya data lengkap. Peninjauan langsung ke penerima bantuan sudah di lakukan secara acak ke beberapa kabupaten/kota. 

Selain itu,  pemanggilan semua pihak terkait juga sudah dilakukan. Di antaranya, re­kanan penyedia kebutuhan program, seperti sapi, bibit ikan, bibit tanaman dan alat keperluan nelayan. 

Begitu juga pemanggilan SKPD terkait, diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Pe­ternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perkebunan. Selain itu juga mantan kepala dinas yang menjabat sejak program GPP dan GPEMP dilaksanakan. 

Semua pemanggilan tadi, kata dia, berguna untuk me­nyusun rekomendasi yang akan disampaikan sehingga benar-benar berguna untuk Sumbar. Menurut Apris, se­jauh ini, rekomendasi memang belum bisa dipastikan, apakah GPP/GPEMP boleh dilan­jut­kan untuk tahun-tahun me­n­datang atau tidak. Kesimpulan awal pansus, pelaksanaan GPP/GPEMP belum efektif. Ma­n­faatnya belum terasa benar di tengah masyarakat. 

“Tujuan pansus adalah un­tuk memastikan program pe­me­­rintah benar-benar ber­manfaat untuk masyarakat, tak ada maksud lain,” tegas Apris. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X