Ayah Wendi di Kuranji Harap-harap Cemas

- Rabu, 30 Maret 2016 | 04:19 WIB

Rasa syok dan was-was dari Aidil (55), ayah dari Wendi Rakhania (29) seakan sirna begitu mengetahui bocah sulungnya selamat dari insiden perompakan dua kapal Indonesia, yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, telah dibajak kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina. Kedua kapal itu membawa 7.000 ton batu bara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Pengakuan Ai­dil, warga Pasar Ambacang RT 01 RW 01 Kecama­tan Kuranji Kota Padang ini, anaknya sudah pergi dari rumah untuk bekerja di kapal sejak tujuh bulan si­lam. Sejak saat itu pula, dia membantu membiayai hi­dup keluarga di rumah. Ter­akhir, Aidil kontak dengan anak pertamanya itu pada 23 Maret lalu. Setelah itu, hand­phone sang anak tidak lagi bisa dihubungi.

“Kami sangat cemas, apalagi dari berita yang kami lihat, kapal tempat anak saya bekerja itu dibajak oleh perompak,” ujarnya.

Ditambahkan Aidil, pi­hak keluarga sendiri men­dapatkan informasi tersebut dari perusahaan tempat sang anak bekerja. Di telefon, pihak perusahaan menu­turkan kalau kapal yang ditumpangi oleh Wendi sedang dalam masalah. Se­lain itu, pihak perusahaan memastikan kondisi Wendi baik-baik saja saat itu.

“Kami agak sedikit lega karena perusahaannya bi­lang seperti itu. Tapi, kami tidak yakin karena dari berita yang beredar, perom­pak itu minta tebusan. Ka­lau sudah urusan seperti itu, saya khawatir dengan kese­lamatan anak saya,” jelasnya.

Sejauh ini, keluarga ma­sih menunggu perkem­ba­ngan kondisi Wendi dari perusahaannya. Keluarga sendiri masih diselimuti perasaan was-was dan takut akan terjadi apa-apa dengan Wendi. “Kita berharap dia aman saja di sana,” pungkas Aidil.

Info sementara dari KBRI Manila menyebutkan, memang ada kapal yang berbendera Indo­nesia dibajak dan krunya disan­dera di kawasan perairan dekat Filipina.

“Iya, ada fakta kapal ber­bendera Indonesia dibajak dan krunya disandera” kata Sekretaris Pertama Fungsi Sosial-Budaya KBRI Mani­la Basriana melalui pesan pendek ke­pada wartawan, Senin (28/3) lalu.

Namun Basriana belum dapat memastikan apakah pembajakan kapal berbendera Indonesia itu melibatkan kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf.

“KBRI masih berkoordinasi dengan KJRI (Konsulat Jenderal RI) Davao dan pihak-pihak ter­kait di Filipina untuk mem­peroleh informasi lebih dalam mengenai hal ini,” ujar Basriana.

Kabar beredar menyatakan terjadi serangan dari kelompok Abu Sayyaf terhadap kapal Indo­nesia. Kelompok yang bermarkas di barat daya Filipina ini juga menyandera sepuluh warga ne­gara Indonesia. Namun, infor­masi lain menyebutkan jumlah ABK di kapal yang bermerk lambung KM Brahma 02 tersebut berjumlah 12 orang.

Terpisah, Juru bicara Ke­menterian Luar Negeri, Arr­manatha Nasir mengatakan, Ke­men­terian masih mencari infor­masi tentang kabar peristiwa ini. “Kami sedang mencoba mencari informasinya,” tutur Arrmanatha kepada sejumlah wartawan di Jakarta. Ia mengatakan, kabar ini baru diketahuinya melalui per­tanyaan dari wartawan.

Adapun Direktur Dera­dika­lisasi Badan Nasional Penang­gulangan Terorisme Irfan Idris mengatakan BNPT baru mena­nyakan hal ini kepada kepolisian. Dia juga mengaku belum men­dapatkan informasi jelas terkait penyanderaan tersebut. ***

 

Oleh: MUHAMMAD AIDIL & RIVO SEPTI ANDRIES

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X