LPBI NU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir

- Kamis, 31 Maret 2016 | 15:36 WIB

PADANG, HALUAN  — Lem­­baga Penanggulangan Ben­cana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), mem­berikan bantuan kep­ada masyarakat ter­dam­pak banjir di Kota Pa­dang, Sumatera Barat, Rabu (30/3). Bantuan yang diberikan be­rupa paket sembako untuk 150KK di Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Selatan dan Kecamatan Pa­dang Utara.

 Pemberian bantuan ini dilaksanakan ber­da­sar­kan assessment yang dilakukan oleh PW LPBI NUSumatra Ba­rat yang menyebutkan bah­wa kebutuhan utama ma­syarakat terdampak banjirdi Kota Padangdi antaranya ada­lah makanan, perahu karet dan seragam sekolah.

PP. LPBI NU mem­be­ri­kan bantuan untuk ma­sya­rakat terdampak banjir di Kota Padang melalui PW LPBI NU Sumatra Barat dan dan PC LPBI NUKota Pa­dang. Skema pemberian ban­tuan melalui perangkat or­ga­nisasi NU di tingkat ka­bu­paten tersebut diharapkan mampu menjangkau langsung warga atau masyarakat yang terdampak banjir.

Ketua PP. LPBI NU, Mu­hamad Ali Yusuf, me­nga­takan bahwa sebelum mem­berikan bantuan,PP.LPBI NU me­minta PW LPBI NU Su­matra Barat untuk melakukan assessment. Hal ini di­mak­sud­kan agar bantuan yang di­berikan sesuai dengan ke­bu­tuhan dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ali Yusuf mengatakan, penyebab banjir sudah diketahui, di antaranya kurang berfungsinya drainase karena mengalami pe­nye­m­pitan. Mestinya sekarang ini sudah didapatkan gambaran yang jelas tentang upaya ke depan yang harus dilakukan agar kejadian seperti sekarang ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, Ali Yusuf mendesaksemua pihak ter­utama Pemerintah, ma­sya­rakat dan lembaga usaha di Kota Padang untuk serius dan segera merumuskan rencana dan tindakan yang kongkrit dan tidak sporadis untuk mengurangi risiko bencana banjir tersebut.

Menyambut bantuan dari PP. LPBI NU, Ketua PW LPBI NUSumatera Barat, Basrial, yang mewakili pe­nerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan oleh PP. LPBI NU ini sangat diper­lukan dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Banjir yang terjadi di Kota Padang ini disebabkan curah hujan yang tinggi pada 21 Maret 2016. Kondisi ini mem­buat Sungai Batang Kuranji dan Sungai Batang Harau tidak mampu menampung debit air hingga meluap, serta drainase yang berfungsi kurang mak­simal. Banjir mengakibatkan rumah warga atau masyarakat terendam setinggi 1,5 meter.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Pa­dang Budi Iman Samiaji me­nga­takan banjir yang terjadi di Kota Padang disebabkan ting­ginya intensitas hujan. Me­nu­rut Budi, tingginya intensitas hujan disebabkan berbagai faktor, di antaranya adanya konvergensi atau pertemuan massa udara di barat Su­matera Barat. Juga adanya feno­mena MJO atau pe­nam­bahan massa uap air dari Sa­mudra Hindia.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X