BUMD Harus Ikuti Kebutuhan Zaman

- Rabu, 20 April 2016 | 16:34 WIB

PADANG, HALUAN — Fo­rum Ekonomi Sumbar (FES) akan merekomen­dasikan kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno untuk mengubah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada saat ini sesuai dengan  tuntutan zaman. Karena sebagai lo­ko­motif perekonomian dae­rah BUMD tidak hanya menyusu ke APBD akan tetapi memberikan Penda­patan Asli Daerah (PAD) kepada Provinsi Sumbar.

Hal itu terungkap saat FES — forum diskusi ber­basis WA—bertemu de­ngan Wakil Ketua Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Arkadius Dt. Intan Bano di ruang khusus I DPRD Sumbar Selasa, (19/4) siang.

“Apa pentingnya ada per­cetakan, SPBU, bengkel yang dikelola pemerintah. Ini tentu akan kalah saing dengan yang dimiliki swasta saat ini. Kita investasi setiap tahunnya se­demikian besar dari APBD tapi impact-nya apa,” ungkap Dony Oskaria anggota FES yang juga anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Menurut Dony FES tidak bermaksud untuk me-review BUMD yang ada saat ini, karena pada zaman dimana berdirinya BUMD tersebut tentu telah se­suai dengan kebutuhan saat itu. Namun, seiring perkembangan zaman BUMD yang ada juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini seperti, BUMD yang bergerak dalam bidang bangunan dan konstruksi, peternakan, perkebunan dan perikanan.

Dony mencontohkan perce­takan yang dikelola oleh PT Grafika Jaya Sumbar. Menu­rutnya, dibandingkan dengan swasta grafika akan jauh ter­tinggal. “Saya diminta untuk memajukan grafika ini dengan dana sekian, saya tidak akan mampu karena akan kalah de­ngan swasta,” paparnya.

Lain lagi dengan Hotel Balai­rung. Dony menilai meski dike­lola oleh master perhotelan juga tidak akan maju-maju. “Karena sudah terbiasa dengan suntikan dana yang diberikan pemerintah. Dibanding dengan swasta tentu akan kalah jauh. Dengan 96 kamar mau apa?,” katanya.

Apabila pemerintah benar komit ingin menjadikan BUMD sebagai lokomotif perekonomian daerah kata Komisaris Garuda Indonesia ini yaitu,  BUMD yang ada saat ini harus diubah sesuai dengan kebutuhan zaman.

“BUMD baik itu BUMD bisa tepat sasaran, menyentuh masya­rakat banyak dan BUMD yang dikelola secara profesional,” ungkap Dony yang juga CEO Trans Studio, Trans Hotel and Resort itu.

Seirama dengan Dony, man­tan Rektor Unand yang juga anggota FES, Musliar Kasim menyebutkan setuju dengan lang­kah untuk metransformasi BUMD yang ada. Ke depan BUMD harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dimana bisa mengelola pasar, perke­bunan dan perikanan yang sangat bersar potensinya di Sumbar. “Kalau ini dikembangkan, itu percetakan tutup saja,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB

Bansos Beras 10 Kg di Padang Telah Disalurkan

Selasa, 20 Juli 2021 | 18:44 WIB
X