Tokoh Luki Harapkan Kursi Komisaris PTSP

- Rabu, 11 Mei 2016 | 04:49 WIB

PADANG, HALUAN — Tokoh masyarakat Lubuk Kilangan (Luki)  Padang berharap RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Semen Padang (PTSP) bisa me­nem­patkan anak nagari pada salah satu pos Dewan Komisaris. Harapan ini di­sam­paikan, menyusul salah satu pos komisaris PT SP  Ir. Basril Basyar akan berakhir masa tugasnya, tahun ini.

Wakil Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan Padang, Adjis Rajo Bujang di dalam pertemuan sejumlah tokoh masyarakat Luki di kantor KAN, Selasa (10/5) mengatakan, seluruh masyarakat sudah memilih putra nagari untuk dicalonkan menjadi dewan komisaris pada PTSP, di­an­taranya Zulkifli SE, Kamarunzaman, H Zul­kardi, Eri Suri SE, Mulawarman dan Ir Syafril Ulbi.

“Keenam putra nagari ini merupakan orang-orang yang telah berkompeten dan sudah berpengaruh terhadap nagari, jadi siapapun nantinya dari yang enam ini terpilih, kami akan menerimanya,” ungkapnya. Erwin, salah satu tokoh masyarakat menuturkan, masyarakat Luki sudah pernah diberi janji pihak Semen Padang. Hal ini terjadi pada pemilihan dewan komisaris periode 2006-2011. Saat itu mereka sudah men­calonkan putra nagari luki sebanyak 12 orang, dan dari 12 orang tersebut terpilihlah tiga oarang yang terbaik. tiga orang ini di gi­ring ke jakarta untuk melakukan Assasement.

Saat itu seluruh msyarakat Luki sudah mengira kalau ketiga orang tersebut lulus dan akan ditugaskan di Semen Padang. Namun, kenyataan yang terjadi berbeda, ketiga anak nagari luki tidak diberikan kedudukan di perusahaan. Maka dari itu, kami tidak menginginkan hal yang sama terulang lagi,” kenangnya. Pertemuan sejumlah tokoh masyarakat Luki di kantor KAN yang di hadiri oleh Wakil KAN Adjis Rajo Bujang, Nawirman Datuk Tumanggung (niniak mamak), Nurman dari tokoh masyarakat, Erwin, Sawir Jalas Rajo Kuaso dan kurang lebih sepuluh tokoh masyarakat lainnya menghasilkan keputusan bahwasanya, jika pihak saham perusahaan tidak mengabulkan permintaan dari ma­syarakat, maka permasalahan ini akan di perhitungkan lagi (h/mg-ina)

Editor: Administrator

Terkini

X