Kurangi Tindakan Kriminal, Sanksi Hukum dan Adat Harus Disandingkan

- Jumat, 13 Mei 2016 | 16:29 WIB

PADANG, HALUAN – Lemahnya sanksi hukum dan akibat tak berlakunya sanksi adat, khususnya di Sumbar, ditengarai jadi penyebab maraknya tindak kriminal, seperti perkosaan, perampokan, pembegalan, pembunuhan dan aksi kejahatan lainnya yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Pelaku kriminal seolah tak takut lagi dengan sanksi hukum.

“Sanksi hukum kita terlalu longgar, sehingga masyarakat gampang saja, tanpa pikir panjang, melakukan kejahatan. Tak hanya hukum pemerintah, termasuk hukum atau kontrol oleh masyarakat, juga semakin lemah,” kata Psikolog Yuni Usi Johan, Jumat (13/5), di Padang.

Perempuan ini mencontohkan, sekarang sudah jarang ditemui, tokoh masyarakat atau orang yang dituakan menegur remaja atau generasi muda yang berbuat di luar kewajaran.

“Kita bisa lihat, di tempat-tempat makan atau di tempat-tempat wisata, jika ada sepasang remaja yang berpegangan tangan, padahal mereka bukan saudara kandung, nyaris tidak ada masyarakat yang menegur atau menasehati mereka. Ini bukti kontrol masyarakat sangat longgar,” kata Yuni.  (h/nov)

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:20 WIB

Pemko Padang Kejar Target Vaksinasi 70%

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X