Pengamat: Kunker Dewan Mubazir

- Rabu, 22 Juni 2016 | 04:17 WIB

PADANG HALUAN—Asyik rupanya, jadi anggota dewan. Kerjanya hanya jalan jalan, walaupun out­putnya tidak jelas, bahkan man­faatnya juga tidak ada buat rakyat atau konstituen me­reka.

“Kalau ingin jalan- ja­lan atau pelesiran, tinggal bikin Panitia Khusus (Pan­sus) se­bagai alasan le­gitimasi agar duit APBD cair.

Namun, semuanya, tergantung mo­ral anggota dewan itu sen­diri,” kata pengamat politik Dam­sar Selasa (21/6).

Dengan membentuk pan­­­sus ini, biar tidak keli­hatan uang yang akan dire­alisasikan sebagai pem­borosan.

“Ada sebuah garis lu­rus kesamaan, minat dan hobi anggota dewan, yaitu ber­libur dan rekreasi de­ngan dalih kunjungan kerja.

Begitu vitalnya kun­ju­ngan kerja bagi anggota de­wan, sehingga anggarannya meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Pola  seperti ini, mem­buat masyarakat berfikir anggota dewan masih ber­pikir dengan pola tra­di­sional seperti zaman se­belum adanya teknologi informasi.

Di internet tersebar ber­bagai perda, dan undang-undang yang bisa di down­load dan dipelajari dari dalam dan luar negeri leng­kap de­ngan analisis para ahli.

“Sampai saat ini, kun­jungan kerja yang dilaku­kan anggota dewan menim­bulkan kesan mubazir. Se­be­tulnya,  tanpa harus meng­­ham­burkan uang un­tuk kun­ju­ngan kerja, sebu­ah perda bisa dihasilkan,” katanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

DPRD Dukung Padang Jadi Kota Layak Anak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:01 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Wako Padang Sambut Baik Lembaga Halal Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:20 WIB
X